Kajari Lambok Sidabutar, Janji Tuntut Setiap Kasus Narkoba Hukuman Seberat-Beratnya di Kota Padangsidimpuan

Amir Hamzah Harahap - Kamis, 28 Maret 2024 14:24 WIB
Kajari Lambok Sidabutar, Janji Tuntut Setiap Kasus Narkoba Hukuman Seberat-Beratnya di Kota Padangsidimpuan
analisamedan.com -Kepala Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan (Kajari) Dr. Lambok Marisi Jakobus Sidabutar berkomitmen menutut setiap terdakwa pemakai dan bandar narkoba dengan hukuman seberat-beratnya, Kamis (28/03/2024).

Hal tersebut disampaikan Kajari Lambok Sidabutar didepan gedung Pengadilan Negeri Padangsidimpuan pada Selasa (26/03) seusai pembacaan tuntutan jaksa (JPU) pada sidang dua terdakwa bandar 3 kilogram sabu.

"Dan pada hari ini untuk memberikan efek jera kepada para pelaku bandar narkoba atau siapun yang mencoba main-main dengan perkara narkoba. Kami tidak ada tawar-menawar dan tidak ada segan, kami akan menuntut seberat-beratnya" Kata Kajari menunjukan integritasnya melawan peredaran narkoba di Kota Padangsidimpuan.

Selain itu, Kajari Lambok juga memberikan peringatan bagi para pemakai terkhusus bandar narkoba.

"Sehingga apa yang kami lakukan ini adalah sinyal, saya berikan kepada mereka yang masih belum ketangkap, supaya segera bertobat meninggalkan pekerjaan kotor tersebut. Karena penjara yang berat akan menanti anda" Ucap Lambok, Kajari yang bertugas pada awal November lalu.

Selain akan menuntut setiap kasus narkotika dengan hukuman seberat-beratnya (maksimal), Lambok juga berharap kepada warga Padangsidimpuan agar sama-sama memerangi setiap peredaran barang haram tesebut.

"Saya menghimbau masyarakat dalam kesempatan ini, ayo bekerja sama dengan semua elemen masyarakat termasuk dengan penegak hukum untuk sama-sama kita memberantas penyalahgunaan narkoba ini" Tegasnya.


Sebelumnya

Dituntut Penjara Seumur Hidup, Terdakwa 3 Kilo Sabu Menangis di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan

Terdakwa 'AS' alias Kabao (23) dan rekannya 'HSL' (36) tak menyangka akan duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan karena bubuk putih yang biasa menari di atas api (sabu) ini menyeretnya dengan tuntutan penjara seumur hidup.

Tak tanggung-tanggung, barang bukti sabu yang menjerat mereka sebanyak 3,18 kilogram yang jika diperkirakan seharga Rp. 4 Miliar.Dan jika sempat diedarkan maka akan merusak ribuan orang generasi bangsa dengan jumlah tersebut.

Pantauan media, pada Selasa (26/03/3034) pukul 13.30 WIB di ruang sidang pengadilan, kedua terdakwa terlihat menundukkan kepala didepan majelis hakim sembari berurai air mata mendengar tuntutan yang dihadapi keduanya 'penjara seumur hidup' dari JPU.

Dan dengan wajah pucat, ekspesi keduanya juga seolah mengisyaratkan penyelesalan atas narkotika golongan 1 yang menyeret mereka kemeja hijau.

Dilokasi, terlihat sosok Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga tak main-main, yakni orang nomor satu di Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan Dr. Lambok M.J. Sidabutar SH, MH yang turun langsung bersama Jaksa Allan Baskara, SH, MH, Arga J.P. Hutagalung, SH, MH dan Sri Mulyati Saragih, SH. MH.

Sedangkan barang bukti atas kasus itu yakni sabu 3,18 Kilogram termasuk dua bungkus plastic klip transparan yang berisi narkotika golongan I jenis shabu, 1 buah kotak yang berisi 1,5 pil yang narkotika golongan I jenis extasy, 2 unit HP android.

Saat diwawancara media, Lambok Sidabutar menyebutkan kasus tersebut merupakan atensi.

"Saya berada didepan atas perkara ini sebagai atensi. Kami tidak akan segan dan memberi ampun menuntut seberat-beratnya kepada peredaran narkoba. Apa yang kami lakukan ini sebagai sinyal kepada bandar narkoba yang belum tertangkap untuk bertobat" kata Kajari saat diwawancara media.

Untuk pertimbangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas tuntutan seumur hidup dikarena barang bukti dan residivis.

"Jadi yang memberatkan barang buktinya melebih 5 gram dan kenyataannya barang buktinya 3 kilogram. Serta pertimbangan kedua terdakwa ini merupakan residivis dan terbukti masih mengulangi perbutannya," Tegasnya.

Kini kedua terdakwa menghadapi tuntutan melanggar :Pertama Pasal 114 (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Atau Kedua Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Atau Ketiga Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru