Darmin: Dampak Perang AS-Israel Terhadap Iran Pengaruhi Pasar Obligasi Dan Saham

Fahrin - Selasa, 03 Maret 2026 09:53 WIB
Darmin: Dampak Perang AS-Israel Terhadap Iran Pengaruhi Pasar Obligasi Dan Saham
Darmin, S.E., MBA

analisamedan.com -Dampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran akan berdampak pada pasar obligasi dan pasar saham.

Demikian siaran pers yang disampaikan Business Development PT Panin Sekuritas (PANS) Cabang Medan, Darmin, S.E., MBA, kepada analisamedan.com melalui pesan singkat Senin 2 Maret 2026.

Dijelaskan Darmin, Dampak terhadap pasar obligasi sangat bergantung pada durasi dan eskalasi konflik.

"Kami melihat bahwa variabel kunci bagi pasar obligasi adalah pergerakan harga minyak," ungkapnya.

Jika konflik mendorong lonjakan harga minyak yang signifikan dan berkelanjutan sebut Darmin, maka tekanan inflasi global dapat meningkat dan mendorong kenaikan yield secara global, termasuk emerging markets.

Saat ini, pergerakan harga obligasi Indonesia—terutama tenor pendek—relatif sudah merefleksikan sentimen risiko jangka pendek.

Ke depan, arah yield akan sangat ditentukan oleh apakah terjadi retaliasi yang mengganggu sumber-sumber ekonomi utama di Timur Tengah, khususnya jalur distribusi energi.

Apabila konflik berlangsung singkat dan tetap terlokalisasi, dampaknya kemungkinan terbatas pada volatilitas jangka pendek. Namun jika berkepanjangan dan berdampak pada supply energi global, tekanan terhadap bond market akan lebih terasa melalui tingkat inflasi dan risk premium.

Untuk kondisi pasar saham Indonesia secara umum bergerak mixed dengan kecenderungan melemah mengikuti sentimen global risk-off.

Namun, produk reksa dana Panin AM cukup bertahan, karena memiliki bias overweight pada sektor komoditas dan pertambangan, yang berpotensi diuntungkan apabila harga energi dan komoditas meningkat akibat konflik.

Struktur Investor dan Faktor Musiman belakangan ini, pergerakan pasar ekuitas domestik cukup dipengaruhi oleh investor ritel.Karakter investor ritel cenderung lebih berhati-hati, sehingga volatilitas jangka pendek bisa lebih tinggi.

Editor
: Fahrin
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru