Anak Petani Miskin Penderita Tumor Ganas di Sidimpuan Pasrah Tak Punya Biaya Berobat

Amir Hamzah Harahap - Sabtu, 17 Desember 2022 10:45 WIB
Anak Petani Miskin Penderita Tumor Ganas di Sidimpuan Pasrah Tak Punya Biaya Berobat

analisamedan.com – Fahrezi, bocah malang berusia 11 tahun warga lingkungan satu, Kelurahan Hanopan Sibatu, Kota Padangsidimpuan, penderita tumor ganas kini hanya bisa menahankan rasa sakit, Sabtu (17/12/2022).

Anak hasil perkawinan dari Nuddin Lubis (54) yang berprofesi sebagai petani dan Tibainah (48) yang berprofesi pekerja serabutan ini di diagnosa dokter mengidap tumor ganas.

Akibat tomor ganas tersebut, tiap malam dirumah peninggalan keluarga yang berukuran 4×6 di Sibatu ini, Fahrezi harus mengeram dan menangis menahankan rasa sakit di pergelangan kaki sebelah kirinya.

Sedangkan kondisi tersebut sudah lebih dari setahun lalu dan segala upaya sudah dilakukan termasuk berobat ke Kota Medan. Namun karena terkendala biaya terpaksa pulang kembali kerumahnya di Sibatu.

“Sudah satu tahun lebih ia melawan rasa sakitnya. Di bulan Agustus kami bawa berobat ke RS di Sidimpuan, lalu dirujuk ke Kota Medan agar di lakukan operasi. Disana hampir dua bulan berobat. Dan akibat kekurangan biaya hidup yang tidak memadai, terpaksa pulang ke kampung” Ucap Nuddin sembari menunjukkan kaki anaknya yang luka dan membengkak.

Dengan suara terbata-bata, Nuddin menjelaskan dirinya sudah mengurus BPJS namun karena biaya diluar itu dirinya sangatlah berat.

“Kami tidak ada uang, memang anak kami ada BPJS namun biaya-biaya lain kami tidak ada. Gimanalah nak saya hanya petani untuk makan saja susah” Tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Senada dengan Tibainah (48) ibu dari anak malang ini juga sudah berjuang dengan segala cara, pekerjaan apapun dia lakukan asal bisa berobat.

“Kami juga ingin kali si fahrezi sehat. Namun apalah daya, aku ini hanya pekerja serabutan, untuk kami makan udah syukur lah nak” kata Tibainah sembari mengusap matanya dengan suara serak.

Bainah berharap agar para dermawan atau pemerintah setempat mau membantu baiaya perobata penyakit yang diidap sang anak.

“Semogalah ada para dermawan yang mau membantu. Kami tidak tau lagi harus gimana, apalagi Fahrezi menangis seraya menyebut “aku mau mati aja” terasa hancurlah hidup ini nak” kata ibu pekerja serabutan ini.

Sementara fahrezi bocah yang masih duduk di sekolah dasar itu menambahkan hanya ingin sembuh, ingin bermain dengan teman-teman layaknya seperti orang lain.

“Aku mau sembuh om, aku ingin sekolah, aku ingin bermain dengan kawan-kawan ku” Fahrezi

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru