Kaban Kesbangpol Sumut: FPK Harus Bersinergi Ciptakan Kedamaian
analisamedan.com – Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) haruslah bersinergi untuk menciptakan kedamaian. Terutama menjelang tahun polik 2024. "Mulai hari ini lakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, sebagai mana salah satu tugas FPK," kata Kepala Badan Kesbang dan Politik Sumatera Utara, Ir Ardan Noor, baru-baru ini saat silaturahmi dengan pengurus FPK Provinsi Sumatera Utara.
Selain itu, FPK juga ikut serta terlibat dalam program program kesbangpol dalam menanggulangan bahaya norkotika, dengan melibatkan dalam pencegahan dengan program 'Kampung Bersinar' menuju Sumut bermartabat.
Dikatakan Ardan Noor, FPK adalah organisasi yang berfungsi sebagai wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerja sama antara masyarakat, yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan 'pembauran' ebangsaan.
Pembauran kebangsaan adalah proses pelaksamaam kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, etnis, melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidkan, dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa harus menghilangkan identitas ras, suku, dan etnis yang ada dalam kerangka NKRI.
Baca juga : Gubsu Pertanyakan Kabupaten/Kota yang Belum Salurkan Bantuan Covid-19
"Lakukan terus sosialisasi ke masyarakat sebagaimana tugas FPK," ujar Ardan Noor,didampingi Kabid Idiologi Wawasan Kebangsaan dan Pembinaan Karakter Bangsa, Parlindungan Pane SH, MSi.
Ketua FPK Provinsi Sumatera Utara, Prof Dr Arifinsyah MA menyampaikan terimakasih atas perhatian Kepala Badan Kesbanglinmas Pol memberikan rahan, masukan dan bimbingan, sekaligus evaluasi program-program yang akan dijadikan acuan untuk program kerja FPK pada 2023.
Dikatakan Arifinsyah, tugas FPK adalah, menjaring aspirasi masyarakat dibidang pembauran kebangsaan. Menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku dan masyarakat. Menyelenggarakan sosialisasi kebijakan ynag berkaitan dengan pembauran kebangsaan. Merumuskan rekomendasi kepada penanggung jawab FPK diwilayahnya.
Menurut Arifin, ada empat hal termuat dalam konsep pembauran kebangsaan. Pertama, pembauran kebangsaan adalah bagian budaya bangsa sebagai langkah menciptakan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Kedua, pembauran kebangsaan adalah jati diri bangsa indonesia dalam upaya masyarakat dalam memahami, menghormati dan menghargai keanekaragaman dengan semangat kebhinekaan.
Ketiga, pembauran kebangsaan adalah dinamika kehidupan masyarakat Indonesia dan menjadi ciri masyarakat yang dinamis serta memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa di dalam NKRI. Dan Keempat, pembauran kebangsaan adalah upaya efektif dalam mendeteksi dan mengantisipasi gejolak sosial yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca juga : Lepas Kontingen Porseni PWNU, Ijeck Minta Kontingen Banggakan Sumut
Dikatakan, Forum Pembauran Kebangsaan ini merujuk peraturan Menteri Dalam Negeri No 34 tahun 2006, serta Peraturan Gubernur Nomor 6 tahun 2016. Dimana FPK sebagai wadah komunikasi konsultasi dan kerja sama antar masyarakat, untuk menumbuhkembangkan konsep pembauran kebangsaan serta menciptakan iklim kondusif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pertemuan silaturahmi FPK Sumut dengan Kaban Kesbangpol Propinsi Sumatera Ir Ardan Noor, juga dihadiri Kabid Bidang Idiologi Wawasan Kebangsaan Parindungan Pane SH Msi.
Turut hadir Wakil Ketua FPK Sumut Ir Baharuddin Berutu, Dr Harmona Daulay dan beberapa pengurus serta anggota FPK Sumut.
Jajaran pengurus FPK ini merupakan tokoh lintas entis di Sumatra Utara, seperti tokoh etnis Pakpak, Karo, Toba, Melayu Simalungun, Mandailing dan lainnya lebih 20 etnis yang ada di Sumatra Utara, di samping delapan etnis tumpatan.
Dalam perteuan itu Arifinsyah juga menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilakukan FPK selama tahun 2022. Diantaranya rapat kordinasi dihadiri 15 FPK se-Sumatra Utara.
Sosalisasi terkait pentingnyaa keberadaan FPK ini juga telah dilakukan ke Pakpak Bharat, Langkat, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Nias Utara. Di samping itu FPK Sumut telah menerbitkan buku Forum Pembauran.
Ketum DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus Tegaskan : Aksi Pembakaran Alquran oleh Politisi Swedia Tindakan Islamphobia dan Radikal
IPW Minta KPK Dalami Putusan Pidana Mantan Konsultan Pajak PT Jhonlin Baratama
Kontingen PWNU Sumut Sabet 16 Medali Porseni 1 Abad NU di Solo, Berikut Nominasinya
Tempati Urutan Kelima pada Porseni 1 Abad NU, PWNU Sumut: Syukuri Bersama
Perayaan Imlek di Medan Aman, Warga Penuhi Kelenteng