Berobat Tinggal Bawa KTP, Pemko Sidimpuan Siapkan Rp.10,5 Miliar
Amir Hamzah Harahap - Minggu, 29 Juni 2025 16:40 WIB
Ket. Fhoto: Walikota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe beberapa waktu lalu saat berkunjung ke rumah sakit guna memastikan pelayanan
analisamedan.com -Guna terus menggenjot capaian Universal Health Coverage (UHC) dalam rangka Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022, Pemko Padangsidimpuan sudah siapkan Anggaran Rp.10,5 Miliar Tahun 2025 ini, Minggu (29/06/2025).
Dimana untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan, Kota Padangsidimpuan sudah mengcover 98 % dari jumlah masyarakatnya untuk memastikan memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan bermutu.
Sebagaimna diketahui, Kota Yang di pimpin Walikota Letnan Dalimunthe ini sudah menerapkan "UHC" sejak 2024 mencapai 96,98% (222.488 jiwa dari total penduduk 229.408). Dengan pencapaian ini, Kota Padangsidimpuan ditetapkan oleh BPJS Kesehatan sebagai predikat UHC prioritas (Non Cut Off). Dan untuk 2025 sudah mencapai 98%.
Kadis Kesehatan Pemko Padangsidimpuan, Balyan Siregar, SKM, M.Kes mengungkapkan pihaknya sudah mengkalkulasi capaian tersebut.
"Di tahun ini anggaran yang ditampung pada APBD 2025 sebesar Rp.10,5 Miliar. Jadi warga tinggal bawa KTP dan KK berobat ke Puskesmas atu rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Dan program ini sudah jalan" Kata Balyan Siregar.
Lanjut Balyan, bahwa pemko memprioritaskan untuk pembiayaan pengobatan dan layanan kesehatan untuk warga kurang mampu dan terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk mengurai hambatan(bottle neck).
"Jadi berobat tinggal bawa KTP baik ke faskes reguler seperti ke puskesmas dan rumah sakit. Sehingga kita harapkan untuk kedepan mencapai 100% warga sudah tercover oleh BPJS Kesehatan" Tegasnya.
Dimana untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan, Kota Padangsidimpuan sudah mengcover 98 % dari jumlah masyarakatnya untuk memastikan memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan bermutu.
Sebagaimna diketahui, Kota Yang di pimpin Walikota Letnan Dalimunthe ini sudah menerapkan "UHC" sejak 2024 mencapai 96,98% (222.488 jiwa dari total penduduk 229.408). Dengan pencapaian ini, Kota Padangsidimpuan ditetapkan oleh BPJS Kesehatan sebagai predikat UHC prioritas (Non Cut Off). Dan untuk 2025 sudah mencapai 98%.
Kadis Kesehatan Pemko Padangsidimpuan, Balyan Siregar, SKM, M.Kes mengungkapkan pihaknya sudah mengkalkulasi capaian tersebut.
"Di tahun ini anggaran yang ditampung pada APBD 2025 sebesar Rp.10,5 Miliar. Jadi warga tinggal bawa KTP dan KK berobat ke Puskesmas atu rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Dan program ini sudah jalan" Kata Balyan Siregar.
Lanjut Balyan, bahwa pemko memprioritaskan untuk pembiayaan pengobatan dan layanan kesehatan untuk warga kurang mampu dan terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk mengurai hambatan(bottle neck).
"Jadi berobat tinggal bawa KTP baik ke faskes reguler seperti ke puskesmas dan rumah sakit. Sehingga kita harapkan untuk kedepan mencapai 100% warga sudah tercover oleh BPJS Kesehatan" Tegasnya.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Satukan Persepsi, Kapolsek Hutaimbaru Ajak Para Kades Perang Usir Narkoba Dari Desa
Asal Padangsidimpuan, Jemaah Kloter 12 Rawan Resti
Nekat Jambret Kakek Yang Hendak Sholat Subuh ke Masjid, Warga Sidimpuan Ini Akhirnya Gol
Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Padangsidimpuan Tambal Jalan Rawan Truk Terguling
Dari Sidimpuan ke Baitullah, 343 Jamaah Haji Berangkat Pada Minggu Dari Masjid Al-Abror
Berikut Nama Yang Lulus Seleksi Jabatan Kadis di Sidimpuan. Ada Amri, Rahman dan Jhon
Komentar