Semarakkan Malam Iduladha dengan Khusyuk

El-Khair - Jumat, 14 Juni 2024 02:33 WIB
Semarakkan Malam Iduladha dengan Khusyuk
dok.analisamedan.com
Ketua PD Aljamiyatul Washliyah Deliserdang H Muhammad Soleh

analisamedan.com - Ketua Pengurus Daerah (PD) Aljamiyatul Washliyah Kabupaten Deliserdang H Muhammad Soleh, mengajak umat Islam untuk menyemarakkan malam hari raya Iduladha 1445 Hijriah dengan khusyuk dan jangan sampai menodai keagungan malam tersebut dengan kemaksiatan atau mengganggu ketertiban umum .

"Kami mengimbau agar malam takbiran Iduladha disemarakkan dengan kehusyukan" ungkap Soleh kepada analisamedan.com, Kamis (13/6).

Malam hari raya Iaduladha merupakan waktu agung bagi umat Islam. Malam itu waktu yang disukai Allah Swt atas hamba-Nya dengan bertakbir membesarkan asma-Nya sebagai bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Selazimnya, masjid dan musalla dimakmurkan dengan bertakbir termasuk menggunakan alat pengeras suara sebagai syiar yang turut mengajak umat Islam untuk beribadah lewat bertakbir seperti kaum perempuan di rumah masing-masing.

"Mari makmurkan masjid dan musalla kita. Gemakan takbir memuji kemahabesaran-Nya," terang Soleh.

Selain bertakbir, ibadah lain yang juga sangat mulia adalah bersedekah. Sebab sedekah seperti disebutkan Nabi Muhammad Saw sebagai 'amal jariah' yang pahalanya terus mengalir bahkan sampai pelakunya mati.

Berbagi dengan tetangga termasuk di masjid dan musalla dalam bentuk makanan juga minuman diperuntukkan bagi mereka yang memakmurkan masjid dengan bertakbir. Sebab orang yang bersedekah juga akan mendapatkan pahala dari orang-orang yang bertakbir di malam Iduladha.

"Pastinya, kita jadikan malam Iduladha semarak dengan ibadah baik bertakbir dan bersedekah secara khusyuk,' urainya.

Tidak Konvoi

Umat Islam juga diimbau untuk tidak melakukan konvoi di jalanan menggunakan kendaraan baik mobil maupun sepeda motor yang berpotensi menyebabkan terganggunya ketertiban umum seperti kemacatan, atau menimbulkan kebisingan dari knalpot kendaraan.

Sebab hal-hal tersebut justru bisa menimbulkan keresahan bahkan menodai kesucian malam raya Iduladha yang seharusnya diisi dengan rasa kesyukuran lewat ibadah seperti mengumandangkan takbir.

Soleh juga meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa mengawal situasi takbiran malam Iduladha sebagai bentuk preventif dini agar situasi kamtibmas tetap terjaga, aman juga nyaman.
Terutama di titik-titik rawan kejahatan serta aksi-aksi berpotensi terciptanya kejahatan termasuk kemaksiatan.

Kemudian esok harinya, Senin (16/6) umat Islam juga diajak untuk beramai-ramai melaksanakan salat Iduladha di masjid maupun lapangan serta bila diberikan kelapangan rejeki untuk melaksankan ibadah kurban.(air)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru