Permasalahan Etika Komunikasi Guru

Taufik Wal Hidayat - Sabtu, 07 Januari 2023 02:13 WIB
Permasalahan Etika Komunikasi Guru

Analisamedan.com. – Faktor utama kurangnya etika komunikasi guru terhadap siswa karena adanya relasi kuasa antara pendidik dan peserta didik. Permasalahan etika komunikasi tersebut menimbulkan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran.

Hal itu disampaikan Wakil Dekan I FISIP Universitas Medan Area, Dr. Nadra Ideyani Vita, M.Si saat tampil sebagai pemateri  dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Etika Komunikasi Guru Terhadap Siswa dalam Proses Pembelajaran” di Yayasan Kesatria Medan baru- baru ini.

Kegiatan PkM ini dihadiri para guru dari Yayasan Perguruan Kesatria Medan.

BACA JUGA : Dosen FISIP UMA Latih Kepribadian dan Manajemen Jurnalistik

Lebih lanjut Dr Nadra yang juga Dosen Komunikasi Antarpribadi ini menyebutkan terdapatnya relasi kuasa antara mereka yang memberikan ilmu dengan mereka yang menuntut ilmu, menyebabkan guru kurang memperhatikan beberapa hal tentang proses pembelajaran yang efektif.

Dikatakannya, beberapa permasalahan tersebut, seperti: over limit ketika mengajar, tidak sopan, lebih mengedepankan ego teacher centered learning, bertele-tele dalam menyampaikan pelajaran, dan kurang menghargai tugas siswa.

“Hal ini tentu berbanding terbalik dengan tuntutan kita sebagai guru kepada siswa, yang menyebabkan kurang terciptanya harmonisasi di sekolah. Padahal, sekolah adalah institusi pendidikan tertua kedua setelah keluarga, maka seharusnya iklim komunikasi yang terbangun adalah iklim yang konstruktif, yang memotivasi siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik,” terangnya.

BACA JUGA : Dosen UMA dan IKH Melaksanakan Pelatihan Dasar Kewirausahaan

Anggota Tim PkM Khairullah, S.I.Kom, M.I.Kom menjelaskan, bahwa setiap anak adalah spesial, oleh karena itu tidak perlu lagi ada perbedaan antara siswa pintar dan bodoh. Semua siswa pintar sesuai dengan minat dan bakat mereka.

“Begitu pula dengan penggunaan kata-kata kasar oleh guru juga sangat tidak kami anjurkan, karena akan menyebabkan ketersinggungan murid dan mengambil sikap bermusuhan. Kami sangat menganjurkan agar kita sebagai tenaga pendidik lebih banyak ‘mendengarkan’, karena keterampilan ini memiliki level tertinggi dalam kegiatan berkomunikasi.

Kepala Sekolah SMP Yayasan Perguruan Kesatria Fredy Anwar Mereka mengaku kegiatan PkM ini sangat bermanfaat.

Kegiatan ini, katanya sangat mencerahkan bagi para guru untuk lebih mengedepankan hubungan yang terbuka, ekspresif dan penuh empati dalam setiap masalah pembelajaran.

“Nilai-nilai pesan yang terkandung dalam pengajaran memang haruslah informatif, edukatif dan tentunya menghibur agar siswa tidak jenuh dan bosan,” ungkapnya.

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru