Geger! Petani di Paluta Ditemukan Tewas Dengan Bekas Hitam Melingkar Dileher
analisamedan.com – Warga Desa Dolok Sae, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di perkebunan warga, Minggu (08/01/2023).
Penemuan mayat tersebut pertama kali dilihat oleh Taufik Muda Siregar (38) yang juga warga Dolok Sae, pada Jumat (06/01/2023) sore.
Sedangkan kondisi jenazah diketahui bernama Kanda Siregar (50) yang berprofesi sebagai pantani warga setempat dalam keadaan tergeletak dengan bekas hitam melingkat dileher.
Selain itu juga ditemukan sebilah parang sekitar 50 meter dari lokasi ditemukannya korban yang diketahui semasa hidup sebatang kara.
Selanjutnya warga melaporkan temuan tersebut ke Polsek Padang Bolak yang langsung ditanggapi Kanit Reskrim Polsek Padang Bolak, Iptu Mulyadi, SH, dan anggota terjun ke lokasi.
Kapolsek Padang Bolak, AKP Zulfikar, SH, MH, dalam keterangan resminya, Minggu (08/01/2023) pagi, membenarkan hal itu. Kata Kapolsek, saat pihaknya tiba di lokasi, mayat sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.
Baca juga : Polres Tapsel Selesaikan 189 Perkara lewat “Restorative Justice” Sepanjang 2022
“Selain itu, juga ada ditemukan di sekitar TKP sebilah parang yang berjarak sekira 50 Meter dari korban,” jelas Kapolsek.
Kapolsek melanjut, hingga kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait siapa pemilik dari sebilah parang tersebut.
Selanjutnya, kata Kapolsek, Kanit Reskrim dan anggota membawa jenazah yang hidup sebatang kara itu ke kediamannya yang tak jauh dari lokasi.
“Kemudian, Dokter dari Puskesmas Napa Gadung Laut (dr Rini), melakukan pemeriksaan terhadap korban,” imbuh Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan, urai Kapolsek, dr Rini mendapati di bagian leher korban ada bekas menghitam melingkar. Selain itu, lidah korban dalam keadaan tergigit dan mengeluarkan darah pada mulutnya.
Tidak hanya itu, pada bagian belakang tubuh korban, terdapat belatung. Menurut keterangan dokter ada luka atau darah yang ke luar, sehingga menyebabkan luka cepat membusuk dan berbelatung.
Kapolsek mengaku, pihaknya juga sudah membawa jenazah korban ke RSUD Aek Huaraya Gunung Tua untuk kepentingan visum et repertum. Menurut keterangan warga, korban sudah tak pulang ke rumah sejak Rabu (04/01/2023) lalu.
“Untuk penyebab kematian korban, masih dalam penyelidikan kami,” tandas Kapolsek menutup.
Ketum DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus Tegaskan : Aksi Pembakaran Alquran oleh Politisi Swedia Tindakan Islamphobia dan Radikal
IPW Minta KPK Dalami Putusan Pidana Mantan Konsultan Pajak PT Jhonlin Baratama
Kontingen PWNU Sumut Sabet 16 Medali Porseni 1 Abad NU di Solo, Berikut Nominasinya
Tempati Urutan Kelima pada Porseni 1 Abad NU, PWNU Sumut: Syukuri Bersama
Perayaan Imlek di Medan Aman, Warga Penuhi Kelenteng