Kisah Haru Zulpikar Harahap Menuju Baitullah Berkat Ridho Orangtua
analisamedan.com -Langit terbentang luas, biru bersih tanpa awan, seolah mencerminkan ketenangan yang damai. Sinar matahari memancar lembut dari atas, menyinari segala sesuatu dengan cahaya keemasan yang hangat namun tidak menyengat. Begitulah gambaran Makkah waktu itu seperti yang disampaikan oleh salah satu Jemaah Haji dari Pakpak Bharat, seorang ASN yang bertugas sebagai Kepala KUA Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat.
Seorang imam dan penceramah, Muhammad Zulpikar Harahap namanya yang biasa dipanggil Ustaz Zul menggantikan sang Ayah memenuhi panggilan ke Baitullah.
Sedikit kilas balik, lika-liku perjalanan Ustaz Zul ke Baitullah berawal dari hari yang cerah di tanggal 3 Januari 2013, tepat dihari ulang Tahun Kementerian Agama Republik Indonesia, Ayah dan Ibu tercinta mencatatkan nama sebagai Calon Jemaah Haji walaupun tak tahu kapan akan berangkat, tapi niat sudah digenggam erat, mudah-mudahan berangkat dengan cepat.
Namun takdir berkata lain, ayahanda beliau jatuh sakit, tepatnya di akhir Mei 2019.
"Ayah dirawat di rumah sakit Tebing Tinggi kemudian dirujuk Rumah Sakit Medistra Medan. Di rumah sakit Medistra disebut terkena penyakit Anemia Aplastik, kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Haji", kenang Ustadz Zul haru.
Ahmad Qosbi: Penghulu Harus Tingkatkan Kompetensi dan Terus Berinovasi
Wamen Kemenhaj RI : Oleh-oleh Terbaik Ibadah Haji Adalah Haji Mabrur
356 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Disambut Haru di Ahmed
Sambut Jamaah Haji, Wako Harry Pahlevi: Selamat Datang, Selamat Berkumpul Bersama Keluarga
Jamaah Haji Asal Padangsidimpuan Dijadwalkan Tiba Senin Malam di Balai Kota