Kisah Haru Zulpikar Harahap Menuju Baitullah Berkat Ridho Orangtua
Mendengar kabar dari orangtua, Ustadz Zul yang sebelumnya sudah 8 bulan bertugas sebagai Imam di Masjid Ubudiyah Simpang Tangsi Brandan, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat. Beliau pulang kampung ke Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Kalipah, Kabupaten Serdang Bedagai, rumah kedua orangtua Ustadz Zul dan meninggalkan pekerjaannya di Langkat.
Ia menjaga Ayahanda yang sakit sampai 3 bulan, ayahanda pun meninggal dunia tepatnya dibulan Agustus 2019.
Buah dari keberkahan atas ikhlas dalam menjaga dan merawat orang tua selama sakit sampai meninggal dunia kini dirasakan oleh Ustaz Zul. Yang pertama, Ia berhasil lulus CPNS tahun 2020 dan bertugas sebagai Penghulu di Kementerian Agama Kabupaten Pakpak Bharat.
Kedua, mungkin karena keberkahan menjaga orang tua, diberi Allah SWT kesempatan untuk pergi haji menggantikan nomor porsi orang tua sesuai kesepakatan para ahli Waris yang menunjuk beliau sebagai pengganti ayahanda untuk berangkat ke Baitullah.
Tak sampai disitu, tahun 2025 ini, menjadi tahun yang seharusnya penuh harapan bagi Muhammad Zulpikar Harahap. Niat di dalam hatinya untuk menunaikan ibadah haji bersama sang ibunda telah lama tumbuh, terpatri kuat sebagai impian yang ingin Ia wujudkan sebagai bentuk bakti seorang anak.
356 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Disambut Haru di Ahmed
Sambut Jamaah Haji, Wako Harry Pahlevi: Selamat Datang, Selamat Berkumpul Bersama Keluarga
Jamaah Haji Asal Padangsidimpuan Dijadwalkan Tiba Senin Malam di Balai Kota
Universitas Medan Area Sembelih 24 Ekor Lembu dan 2 Ekor Kambing pada Iduladha 1447 H
Kakanwil Kemenhaj Sumut Berangkatkan Kloter Pamungkas Embarkasi Medan