Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Swadaya Aspal Jalan Lingkar Rimba Soping

Amir Hamzah Harahap - Selasa, 04 Agustus 2026 17:05 WIB
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Swadaya Aspal Jalan Lingkar Rimba Soping
analisamedan.com -Kesabaran masyarakat menghadapi kerusakan Jalan Lingkar Rimba Soping, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, mulai mencapai batas. Warga menyebut jalan tersebut telah rusak selama puluhan tahun dan berbagai keluhan yang disampaikan belum mendapat respons serta penanganan nyata dari pemerintah.

Tidak ingin terus menunggu janji perbaikan yang belum terealisasi, sejumlah warga akhirnya mengambil inisiatif melakukan pengaspalan hotmix secara swadaya pada titik-titik jalan yang berlubang dan dinilai membahayakan pengguna kendaraan Senin (3/8/2026)

Kegiatan perbaikan jalan tersebut turut digerakkan oleh tokoh masyarakat setempat Iswandy Arisandi dan mendapat dukungan donatur H. Hasan Amin Nasution, pengusaha Rahmat Swalayan dan Five n Co.

Material aspal hotmix dihamparkan pada sejumlah lubang di badan jalan.

Warga bersama pekerja kemudian meratakan material tersebut agar permukaan jalan lebih aman dan nyaman dilalui.

Aksi swadaya itu mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Namun, warga menegaskan bahwa kegiatan tersebut hanya merupakan penanganan sementara karena kemampuan masyarakat dan donatur sangat terbatas.

Masyarakat tetap berharap pemerintah hadir melakukan perbaikan menyeluruh dan permanen terhadap Jalan Lingkar Rimba Soping.

Menurut keterangan warga, kerusakan Jalan Lingkar Rimba Soping bukan hanya berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, tetapi telah terjadi selama puluhan tahun.

Warga menyebut jalan tersebut terakhir kali mendapatkan perbaikan pada masa kepemimpinan Wali Kota Padangsidimpuan Zulkarnaen Nasution.

Setelah itu, masyarakat menilai belum ada lagi perbaikan menyeluruh yang benar-benar mampu mengatasi kondisi jalan.

Seiring berjalannya waktu, permukaan aspal semakin rusak. Lubang terlihat di sejumlah titik sehingga pengendara harus memperlambat laju kendaraan dan mencari bagian jalan yang masih memungkinkan untuk dilewati.

Kondisi tersebut sangat dirasakan oleh pengendara sepeda motor. Mereka harus berhati-hati agar tidak kehilangan keseimbangan ketika melewati lubang maupun permukaan jalan yang bergelombang.

Risiko kecelakaan dinilai semakin tinggi ketika hujan turun. Lubang yang dipenuhi genangan air sulit terlihat sehingga dapat mengejutkan pengendara, khususnya mereka yang baru pertama kali melintasi jalan tersebut.

Pada malam hari, kondisi jalan dinilai semakin membahayakan karena jarak pandang terbatas. Warga khawatir kerusakan itu dapat menyebabkan kecelakaan apabila tidak segera mendapat penanganan.

Selain mengancam keselamatan, jalan berlubang juga berpotensi menyebabkan kerusakan kendaraan, seperti ban pecah, pelek bengkok dan gangguan pada bagian suspensi.


Warga Mengaku Berulang Kali Mendapat Janji

Masyarakat mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan mengenai kerusakan Jalan Lingkar Rimba Soping. Warga juga menyebut pernah mendengar janji serta rencana perbaikan dari pemerintah, tetapi belum melihat realisasi yang mereka harapkan.

Kondisi itulah yang menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Warga menilai jalan tersebut merupakan akses penting yang digunakan setiap hari untuk bekerja, berdagang, mengantar anak ke sekolah, mengangkut hasil pertanian serta memenuhi berbagai kebutuhan lainnya.
Karena tidak ingin terus menunggu tanpa kepastian, warga memilih melakukan perbaikan menggunakan kemampuan yang ada.

Pengaspalan hotmix secara swadaya dilakukan pada titik-titik yang paling berlubang dan dinilai rawan menyebabkan kecelakaan. Warga berharap perbaikan tersebut dapat mengurangi risiko bagi pengguna jalan.

Masyarakat menegaskan bahwa aksi swadaya itu bukan dimaksudkan untuk mengambil alih tanggung jawab pemerintah.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah darurat karena jalan masih terus digunakan masyarakat meskipun kondisinya mengalami kerusakan.

Iswandy Arisandi menjadi salah satu tokoh masyarakat yang ikut menggerakkan kepedulian masyarakat untuk memperbaiki jalan berlubang tersebut.

Bersama warga, ia berupaya mencari solusi agar kerusakan pada beberapa titik dapat segera ditangani tanpa harus terus menunggu kepastian dari pemerintah.
Warga turun langsung membantu proses pengerjaan.

Sebagian membersihkan bagian jalan yang akan diperbaiki, sementara pekerja lainnya menghamparkan dan meratakan material aspal hotmix.

Penggunaan hotmix dipilih agar hasil perbaikan lebih baik dibandingkan sekadar menimbun lubang dengan tanah, batu atau kerikil.

Setelah material dihamparkan, permukaan jalan diratakan agar dapat kembali dilalui kendaraan dengan lebih aman.
Kendati demikian, masyarakat menyadari pengaspalan secara swadaya hanya dapat menjangkau sebagian kecil dari keseluruhan ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Karena itu, mereka tetap meminta pemerintah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh, termasuk memperhatikan kondisi badan jalan dan saluran drainase.

H. Hasan Amin Nasution Bantu Material Hotmix Pelaksanaan pengaspalan swadaya tersebut mendapat dukungan dari H. Hasan Amin Nasution, pengusaha Rahmat Swalayan dan Five n Co.

Bantuan dari donatur digunakan untuk mendukung pengadaan material hotmix dan pengerjaan pada sejumlah titik jalan yang berlubang.

Masyarakat menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut karena bantuan yang diberikan dapat dirasakan langsung oleh warga dan pengguna jalan.
Kepedulian pelaku usaha itu juga dinilai menjadi contoh bahwa masyarakat dapat saling membantu ketika menghadapi persoalan yang belum mendapat penanganan maksimal.

Namun, warga menegaskan bantuan pribadi tidak dapat menggantikan peran pemerintah dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur publik.

Masyarakat berharap kegiatan tersebut menjadi teguran sekaligus dorongan bagi pemerintah agar segera memberikan perhatian serius terhadap Jalan Lingkar Rimba Soping.


Karmila Harapkan Perhatian Gubernur Sumut dan Presiden

Salah seorang warga setempat, Karmila (35), seorang ibu rumah tangga, berharap kerusakan Jalan Lingkar Rimba Soping mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto.

Menurut Karmila, masyarakat telah terlalu lama menunggu perbaikan. Ia meminta pemerintah tidak lagi hanya menyampaikan janji, tetapi menunjukkan tindakan nyata melalui pelaksanaan pembangunan jalan yang menyeluruh dan berkualitas.

"Kami berharap Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bapak Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan kami. Jalan ini sudah puluhan tahun rusak dan masyarakat sangat membutuhkan perbaikan," ujar Karmila.

Karmila mengatakan jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat. Kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara.

Sebagai ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan tersebut, Karmila mengaku melihat langsung kesulitan yang dialami masyarakat setiap hari.

Warga harus berhati-hati saat melintasi jalan, terlebih ketika membawa anak-anak, mengangkut barang atau bepergian pada malam hari.

"Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya membutuhkan jalan yang layak, aman dan nyaman. Kami berharap ada tindakan nyata dan jangan sampai menunggu ada korban terlebih dahulu," katanya.

Karmila juga mengapresiasi Iswandy Arisandi, H. Hasan Amin Nasution serta seluruh warga yang ikut bergotong royong melakukan pengaspalan hotmix.
Namun, menurutnya, perbaikan swadaya hanya mampu menutup beberapa titik jalan berlubang. Pemerintah tetap dibutuhkan untuk melaksanakan pembangunan permanen pada seluruh ruas yang mengalami kerusakan.

Kepala Desa Rimba Soping, Mangarahon Siregar, mengapresiasi kepedulian warga dan donatur yang telah membantu memperbaiki titik-titik jalan berlubang menggunakan aspal hotmix.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Mangarahon turut mengapresiasi peran Iswandy Arisandi serta dukungan H. Hasan Amin Nasution yang memungkinkan perbaikan swadaya tersebut dilaksanakan.
Ia menilai kepedulian warga sangat bermanfaat karena Jalan Lingkar Rimba Soping setiap hari digunakan masyarakat dari berbagai wilayah.

Meski demikian, Kepala Desa Rimba Soping dan masyarakat tetap berharap pemerintah segera melakukan penanganan lebih luas.
Perbaikan swadaya hanya menyentuh beberapa titik, sedangkan bagian jalan lainnya masih membutuhkan pembangunan secara menyeluruh dan permanen.


Kerusakan Jalan Dinilai Memukul Sektor Pariwisata

Kerusakan Jalan Lingkar Rimba Soping tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga dinilai turut memengaruhi perkembangan sektor pariwisata di kawasan sekitarnya.

Jalan tersebut disebut menjadi salah satu akses menuju objek wisata alam di Sibio-bio, Kabupaten Tapanuli Selatan, taman rekreasi dan waterpark di kawasan Poken Jior, serta sejumlah lokasi wisata lainnya.
Menurut masyarakat, beberapa kawasan wisata tersebut kini seperti mati suri. Akses jalan yang rusak dinilai membuat pengunjung merasa tidak nyaman dan khawatir kendaraannya mengalami kerusakan.

Calon wisatawan yang hendak mengunjungi tempat rekreasi harus menghadapi permukaan jalan berlubang, bergelombang dan rawan kecelakaan.

Kondisi itu dinilai dapat membuat pengunjung mengurungkan perjalanan atau memilih tempat wisata lain yang memiliki akses lebih baik.

Apabila Jalan Lingkar Rimba Soping diperbaiki secara menyeluruh, masyarakat meyakini kunjungan wisatawan dapat kembali meningkat.

Perbaikan jalan juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga, terutama pedagang, pelaku usaha kecil, pengelola lokasi wisata dan penyedia jasa transportasi.

Karmila mengatakan kondisi jalan yang baik tidak hanya membantu mobilitas warga, tetapi juga dapat menghidupkan kembali sejumlah potensi wisata.

"Kalau jalannya diperbaiki, tempat-tempat wisata bisa kembali ramai. Pedagang dan masyarakat juga akan merasakan manfaatnya. Sekarang sejumlah lokasi wisata seperti mati suri karena akses jalan tidak mendukung," tuturnya.

Tiga Ruas Jalan Provinsi di Padangsidimpuan

Persoalan kerusakan Jalan Lingkar Rimba Soping juga memunculkan permintaan agar pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai status jalan dan pihak yang bertanggung jawab atas penanganannya.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/673/KPTS/2018, disebutkan terdapat tiga ruas jalan berstatus jalan provinsi di wilayah Kota Padangsidimpuan dengan total panjang sekitar 32,3 kilometer.

Ketiga ruas jalan tersebut meliputi:
Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution atau By Pass Lintas Timur, sepanjang 10,5 kilometer.

Jalan Padangsidimpuan–Hutaimbaru–Batunadua, sepanjang 13,3 kilometer.
Jalan Hutaimbaru–Kelurahan Hanopan atau By Pass Lintas Barat, sepanjang 8,4 kilometer.

Data tersebut turut menjadi perhatian masyarakat dalam mempertanyakan status Jalan Lingkar Rimba Soping dan instansi yang memiliki kewenangan melakukan perbaikan.

Warga meminta Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan koordinasi agar persoalan jalan tidak terus berlarut-larut.
Menurut masyarakat, perbedaan kewenangan administratif tidak boleh menyebabkan keselamatan pengguna jalan terabaikan.

Pemerintah kota dan pemerintah provinsi diharapkan melakukan peninjauan bersama serta menyampaikan secara terbuka rencana penanganan jalan tersebut.

Pemerintah Diminta Menjelaskan Status dan Jadwal PerbaikanMasyarakat meminta pemerintah memberikan kejelasan mengenai status Jalan Lingkar Rimba Soping, instansi yang bertanggung jawab, sumber anggaran dan jadwal pelaksanaan perbaikannya.

Kejelasan tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak terus menunggu tanpa kepastian atau menghadapi kondisi saling lempar tanggung jawab antarinstansi.
Warga berharap pemerintah segera melakukan survei lapangan untuk mengetahui panjang ruas yang rusak, tingkat kerusakan, kondisi drainase serta kebutuhan anggaran.

Penanganan juga diminta tidak hanya sebatas menutup lubang. Masyarakat menginginkan perbaikan menyeluruh agar jalan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Selain badan jalan, saluran drainase harus mendapat perhatian. Aliran air yang tidak lancar dapat menimbulkan genangan dan mempercepat kerusakan lapisan aspal.
Tanpa drainase yang baik, jalan yang telah diperbaiki dikhawatirkan kembali rusak ketika musim hujan.

Jangan Menunggu Terjadi Kecelakaan
Warga berharap pemerintah tidak menunggu terjadinya kecelakaan atau munculnya korban sebelum mengambil tindakan.

Sementara mikrat dalimunthe (27) mengatakan bahwa kondisi jalan rusak di Rimba soping sedah berlangsung lama dan cukup menjadi alasan bagi pemerintah untuk segera melakukan perbaikan.

Jalan yang layak merupakan kebutuhan penting karena berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pertanian, perdagangan, pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, ujarnya

Aksi pengaspalan hotmix secara swadaya menjadi bukti bahwa warga sangat membutuhkan penanganan segera.
Warga telah mengeluarkan tenaga dan mendapat dukungan donatur untuk mengurangi bahaya pada beberapa titik jalan.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru