Kejari Diminta Periksa Anggaran MBG dan IPAL SPPG di Padangsidimpuan
Amir Hamzah Harahap - Rabu, 04 Maret 2026 20:22 WIB
Ilustrasi
analisamedan.com -Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan diminta segera melakukan pemeriksaan pada seluruh dapur SPPG Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (04/03/2026).
Banyaknya orang tua siswa dan masyarakat yang mengeluhkan program yang digagas Presiden Prabowo tersebut dinilai tidak direalisasikan dengan baik.
Pasalnya, menu makan bergizi gratis dan besaran anggaran banyak diprotes oleh sejumlah kalangan. Sebab, tidak sesuai dengan realisasi pada saat penyaluran MBG tersebut.
Kepada wartawan, Ketua IMM Tapsel-Padangsidimpuan Tobat Wahyudi mengatakan, polemik dalam pusaran Makan Bergizi Gratis di Kota Padangsidimpuan perlu diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan.
"Lapor pak Kajari Padangsidimpuan. Tolong periksa seluruh dapur MBG selaku penyedia, sudah banyak keluhan para orang tua siswa dan masyarakat," ungkap Tobat.
Sarjana Ilmu Politik UM-Tapanuli Selatan tersebut mengindikasikan adanya dugaan mark-up atau permainan harga dalam penyediaan MBG yang disalurkan ke sejumlah sekolah di Kota Padangsidimpuan.
"Dugaan menunya tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan Pemerintahan era Prabowo Subianto. Jika ada indikasi permainan harga pada MBG, Tolong Bapak Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan untuk menindak tegas," ucapnya.
Tidak hanya itu, temuan roti berjamur yang disalurkan ke sekolah dasar di Padangmatinggi mengindikasikan adanya suatu hal yang perlu diungkap para penegak hukum terhadap dapur MBG tersebut.
"Salah satu contoh, ada temuan roti berjamur di salurkan ke SD 2 Padangmatinggi. Seperti ini akan membahayakan para pelajar penerima manfaat MBG ini," jelasnya.
Selama bulan ramadan ini, kata dia, menu MBG di Kota Padangsidimpuan sangat memprihatinkan dan merusak cita-cita Presiden Prabowo.
"Menu di bulan suci ramadan ini juga cukup memprihatinkan, sebagian dapur SPPG dinilai tidak memenuhi standar untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah," tandasnya.
Selain itu, juga diminta untuk memeriksa Limbah Dapur atau Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
"Juga indikasi limbah dapur mulai mencuat. Mudah-mudahanlah Pak Kejari punya waktu dan kesempatan untuk turun kelapangan" Tegasnya.
Banyaknya orang tua siswa dan masyarakat yang mengeluhkan program yang digagas Presiden Prabowo tersebut dinilai tidak direalisasikan dengan baik.
Pasalnya, menu makan bergizi gratis dan besaran anggaran banyak diprotes oleh sejumlah kalangan. Sebab, tidak sesuai dengan realisasi pada saat penyaluran MBG tersebut.
Kepada wartawan, Ketua IMM Tapsel-Padangsidimpuan Tobat Wahyudi mengatakan, polemik dalam pusaran Makan Bergizi Gratis di Kota Padangsidimpuan perlu diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan.
"Lapor pak Kajari Padangsidimpuan. Tolong periksa seluruh dapur MBG selaku penyedia, sudah banyak keluhan para orang tua siswa dan masyarakat," ungkap Tobat.
Sarjana Ilmu Politik UM-Tapanuli Selatan tersebut mengindikasikan adanya dugaan mark-up atau permainan harga dalam penyediaan MBG yang disalurkan ke sejumlah sekolah di Kota Padangsidimpuan.
"Dugaan menunya tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan Pemerintahan era Prabowo Subianto. Jika ada indikasi permainan harga pada MBG, Tolong Bapak Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan untuk menindak tegas," ucapnya.
Tidak hanya itu, temuan roti berjamur yang disalurkan ke sekolah dasar di Padangmatinggi mengindikasikan adanya suatu hal yang perlu diungkap para penegak hukum terhadap dapur MBG tersebut.
"Salah satu contoh, ada temuan roti berjamur di salurkan ke SD 2 Padangmatinggi. Seperti ini akan membahayakan para pelajar penerima manfaat MBG ini," jelasnya.
Selama bulan ramadan ini, kata dia, menu MBG di Kota Padangsidimpuan sangat memprihatinkan dan merusak cita-cita Presiden Prabowo.
"Menu di bulan suci ramadan ini juga cukup memprihatinkan, sebagian dapur SPPG dinilai tidak memenuhi standar untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah," tandasnya.
Selain itu, juga diminta untuk memeriksa Limbah Dapur atau Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
"Juga indikasi limbah dapur mulai mencuat. Mudah-mudahanlah Pak Kejari punya waktu dan kesempatan untuk turun kelapangan" Tegasnya.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kajati Sumut Lantik 6 Kajari Baru, Hartadhi Kajari Padangsidimpuan dan Amri di Tapanuli Selatan
Satukan Persepsi, Kapolsek Hutaimbaru Ajak Para Kades Perang Usir Narkoba Dari Desa
Asal Padangsidimpuan, Jemaah Kloter 12 Rawan Resti
Nekat Jambret Kakek Yang Hendak Sholat Subuh ke Masjid, Warga Sidimpuan Ini Akhirnya Gol
Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Padangsidimpuan Tambal Jalan Rawan Truk Terguling
Dari Sidimpuan ke Baitullah, 343 Jamaah Haji Berangkat Pada Minggu Dari Masjid Al-Abror
Komentar