Farid Wajdi Sindir Pemerintah Medan: “Sibuk Gaya, Lupa Kerja”
Farid menyoroti gaya kepemimpinan Wali Kota Medan yang dinilainya terlalu fokus pada pencitraan dan aktivitas seremonial ketimbang turun langsung menangani persoalan warga.
"Wali kota seharusnya jadi nakhoda yang menavigasi kota keluar dari kemacetan kebijakan dan banjir ketidakpedulian. Tapi yang terlihat justru pemimpin yang sibuk memoles citra, tampil di baliho dan media sosial, tapi absen di parit dan permukiman warga," ungkapnya.
Ia menyebut fenomena ini sebagai tanda birokrasi yang berjalan dalam mode autopilot — berjalan tanpa arah dan tanpa jiwa pelayanan. "Kepemimpinan tanpa empati itu berbahaya. Ketika keluhan rakyat dianggap gangguan, maka kota ini kehilangan rohnya," katanya.
Farid tidak hanya mengkritik eksekutif, tetapi juga menyinggung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan. "DPRD yang seharusnya menjadi corong aspirasi rakyat kini justru terjebak dalam politik transaksional. Mereka nyaman dalam posisi aman, sementara rakyat dibiarkan bergulat dengan genangan dan jalan berlubang," ujarnya.
DPRD Minta Pemko Medan Sanksi Tegas 471 ASN yang Bolos Kerja Pasca Libur Lebaran
Fraksi PKS DPRD Medan Dukung Pemko Dalam Penataan dan Penertiban Usaha
DPRD Medan Minta Pemko Segera Cari Solusi untuk Penyedian Lahan Perkuburan Kristen
DPRD Medan Minta Pemko Maksimalkan Normalisasi Sungai
Komisi I DPRD Medan : Pemko Harus Cepat Isi Jabatan OPD