Farid Wajdi Sindir Pemerintah Medan: “Sibuk Gaya, Lupa Kerja”
Farid menyoroti gaya kepemimpinan Wali Kota Medan yang dinilainya terlalu fokus pada pencitraan dan aktivitas seremonial ketimbang turun langsung menangani persoalan warga.
"Wali kota seharusnya jadi nakhoda yang menavigasi kota keluar dari kemacetan kebijakan dan banjir ketidakpedulian. Tapi yang terlihat justru pemimpin yang sibuk memoles citra, tampil di baliho dan media sosial, tapi absen di parit dan permukiman warga," ungkapnya.
Ia menyebut fenomena ini sebagai tanda birokrasi yang berjalan dalam mode autopilot — berjalan tanpa arah dan tanpa jiwa pelayanan. "Kepemimpinan tanpa empati itu berbahaya. Ketika keluhan rakyat dianggap gangguan, maka kota ini kehilangan rohnya," katanya.
Farid tidak hanya mengkritik eksekutif, tetapi juga menyinggung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan. "DPRD yang seharusnya menjadi corong aspirasi rakyat kini justru terjebak dalam politik transaksional. Mereka nyaman dalam posisi aman, sementara rakyat dibiarkan bergulat dengan genangan dan jalan berlubang," ujarnya.
Melalui Rapat Paripurna DPRD, Pemko Medan Cabut Perda Lembaga Kemasyarakat
DPRD Medan Pertanyakan Keseriusan Pemko Medan dalam Salurkan Bansos
DPRD Medan Minta Pemko Segera Benahi Sistem Parkir
DPRD Medan Minta Pemko Segera Benahi Sistem Parkir
DPRD Medan Minta Pemko Beri Perhatian Pembangunan Medan Utara