UMKM Coffee Roastery Tumbuh dari Riset Kopi Ramah Lambung, Kini Tembus Pasar Nasional

Bardan - Kamis, 01 Oktober 2026 20:22 WIB
UMKM Coffee Roastery Tumbuh dari Riset Kopi Ramah Lambung, Kini Tembus Pasar Nasional
analisamedan.com/bardansyah
Jajaran Askrindo Medan dan Pusat bersama isteri pemilik usaha UMKM Coffee Roastery di Jalan KL Yos Sudarso, Komplek Brayan One Stop Square No. 8 AS, Medan.

analisamedan.com - Berawal dari kecintaan terhadap kopi, pasangan suami istri di Medan membangun usaha Coffee Roastery yang kini terus berkembang dan menjangkau konsumen di berbagai daerah hingga mancanegara.

Usaha yang berlokasi di Jalan KL Yos Sudarso, Komplek Brayan One Stop Square No. 8 AS, Medan, itu lahir dari pengalaman pribadi sang suami David yang menyukai kopi, namun memiliki persoalan pada lambung ketika mengonsumsinya.

Kondisi tersebut justru menjadi awal perjalanan panjang untuk melakukan riset mengenai kopi yang lebih aman dan nyaman dikonsumsi. Selama sekitar dua tahun, mereka mempelajari proses mulai dari pemilihan buah kopi, pemetikan, penyortiran hingga proses roasting.

Dari proses tersebut, mereka kemudian mengembangkan produk kopi dengan perhatian khusus terhadap kualitas bahan baku dan proses pengolahan. Kopi yang awalnya dibuat untuk konsumsi sendiri itu akhirnya mulai diperkenalkan kepada masyarakat setelah melalui berbagai tahapan pengujian dan pengembangan produk.

Istri pemilik usaha, She She, menuturkan, usaha tersebut pada awalnya memang tidak diarahkan untuk dijual. Namun, setelah mendapatkan hasil yang dinilai sesuai dengan harapan, mereka mulai melihat adanya peluang bisnis sekaligus keinginan untuk menghadirkan kopi berkualitas kepada masyarakat.

"Awalnya karena suami suka kopi, tetapi tidak bisa minum kopi. Jadi kami melakukan riset dan belajar sekitar dua tahun. Dari situ muncul misi bagaimana orang tetap bisa menikmati kopi dengan lebih nyaman," ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).

Dalam proses produksinya, Coffee Roastery menggunakan biji kopi Arabika dan Robusta. Kualitas bahan baku menjadi salah satu perhatian utama, termasuk proses pemetikan buah kopi yang matang serta penyortiran sebelum masuk ke tahap roasting.

Menurut She She, tantangan dalam mengembangkan usaha kopi tidak hanya berkaitan dengan mesin produksi, tetapi juga mendapatkan bahan baku berkualitas serta membangun kerja sama dengan petani yang memahami standar pengolahan kopi.

"Petani banyak yang belum teredukasi dengan baik. Jadi kami juga harus mencari dan membina hubungan dengan petani yang bisa menjaga kualitas," katanya.

Seiring berkembangnya usaha, Coffee Roastery tidak hanya melayani konsumen lokal. Produk kopi tersebut telah menjangkau pelanggan di berbagai daerah di Indonesia dan mendapat permintaan dari sejumlah konsumen luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia dan Jerman. Pemasaran dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial dan kanal daring.

Konsumen juga diberikan informasi mengenai proses produksi sehingga dapat mengetahui asal dan kualitas kopi yang mereka beli.

Perkembangan usaha tersebut terlihat dari meningkatnya permintaan. Dalam periode 2024–2025, pelaku usaha mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan, seiring meningkatnya animo masyarakat terhadap produk kopi dan coffee shop.

Kapasitas produksi juga terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini, produksi disebut telah mencapai sekitar dua ton untuk memenuhi permintaan pasar.

Dalam mengembangkan usaha, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting. Coffee Roastery memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha, termasuk peningkatan peralatan produksi.

Dukungan pembiayaan tersebut dinilai membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan investasi mesin, terutama karena proses roasting dan penyortiran membutuhkan peralatan yang memadai untuk menjaga konsistensi kualitas produk.

Branch Manager Askrindo Medan, Joni Andrianto Nababan, turut memberikan perhatian terhadap perkembangan UMKM yang mendapatkan dukungan pembiayaan tersebut. Pendampingan dan dukungan terhadap pelaku usaha dinilai penting agar UMKM dapat terus berkembang, meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.

Bagi She She dan suaminya, perjalanan Coffee Roastery masih panjang. Mereka berharap usaha yang dibangun dari persoalan sederhana di rumah itu dapat terus berkembang sekaligus membuka peluang kerja sama dengan petani dan pelaku usaha lainnya di Sumatera Utara.

"Kami ingin kopi Sumatera Utara bisa semakin dikenal. Bukan hanya menjual produk, tetapi juga menjaga kualitas dari petani sampai menjadi kopi yang dinikmati konsumen," pungkasnya.



Editor
: Bardan
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru