Satu Tahun Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin, Farid Wajdi Soroti Jurang Janji dan Realitas di Medan
analisamedan.com -Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, sejumlah kalangan mulai menyampaikan evaluasi kritis. Salah satunya datang dari Farid Wajdi, Founder Ethics of Care dan Anggota Komisi Yudisial 2015–2020, yang menilai masih terdapat jurang antara janji kampanye dan realitas di lapangan.
Farid menyebut visi "Medan Bertuah" yang merupakan akronim dari Berbudaya, Energik, Ramah, Tertib, Unggul, Aman, dan Humanis memang terdengar progresif. Namun, menurutnya, implementasi di lapangan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendasar warga.
"Secara narasi, Medan Bertuah sangat kuat. Tetapi warga melihat realitas sehari-hari. Pertanyaannya, apakah kota ini sudah benar-benar bertuah atau baru sebatas slogan?" ujarnya.
Farid menyoroti sektor pendidikan dan pengembangan pemuda sebagai contoh ketidaksinkronan antara janji dan pelaksanaan. Program sekolah gratis, katanya, dinilai belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, pusat kreativitas dan inovasi bagi generasi muda dinilai lebih banyak tampil dalam publikasi dibanding dampak nyata.
"Ruang publik untuk kreativitas anak muda masih minim. Namun di media sosial, keberhasilan terus dipromosikan. Ini yang perlu diseimbangkan antara citra dan substansi," katanya.
Paripurna DPRD Medan, Rico Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik
Rico Waas Dukung Upaya Aksata Pangan Redistribusi Makanan Berlebih
Dalam Rapat Paripurna DPRD Medan, Rico Waas Komitmen Wujudkan MedanSatu Data
Bobby Buka Porkot 2024, Stadion Teladan, Kebun Bunga Hingga Lapangan Merdeka Tahun Depan Bisa Digunakan
Wakil Wali Kota Medan Kunjungi Pameran Foto Destinasi Utara di Medan