Kabut Asap Karhutla Masuk Sumut, Bobby Nasution Imbau Pembelajaran Jarak Jauh
analisamedan.com -Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengimbau seluruh bupati dan wali kota mengantisipasi masuknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke wilayah Sumut. Untuk melindungi kesehatan peserta didik,diminta sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Jumat (16/10/2026).
Hal itu disampaikan Bobby saat peluncuran operasional 33 bus perintis gratis bagi pelajar di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026).
"Anak-anak tetap belajar dari rumah, bukan libur, karena kita harus melindungi anak-anak dari paparan kabut asap," ujar Bobby.
Gubsu meminta pemerintah kabupaten/kota memantau kualitas udara, mengedukasi masyarakat, serta mengimbau penggunaan masker untuk mengurangi paparan asap, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.
" Pemprov Sumut telah mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk memicu hujan di Kabupaten Samosir dan berencana melanjutkannya ke daerah lain, juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait pemanfaatan teknologi untuk mengurangi dampak kabut asap".ujarnya
Luncurkan 33 Bus Gratis untuk Pelajar
Di tengah upaya perlindungan pelajar tersebut, Pemprov Sumut juga meluncurkan 33 unit bus perintis gratis jenis Toyota Hiace untuk mempermudah akses transportasi menuju sekolah sekaligus mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor.
Sebanyak 33 bus tersebut dialokasikan untuk Kabupaten Asahan, Batubara, Padanglawas Utara (Paluta), Samosir, dan Nias Utara. Program ini menjangkau 12 kecamatan, 15 rute strategis, dan 49 sekolah, dengan total 1.008 pelajar penerima manfaat.
Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menjelaskan, Asahan memperoleh enam bus untuk melayani 180 pelajar di dua kecamatan dan 16 sekolah. Batubara mendapat enam bus untuk 180 pelajar di dua kecamatan dan 12 sekolah.
"Paluta memperoleh enam bus untuk 240 pelajar di satu kecamatan dan tiga sekolah. Samosir mendapat enam bus untuk 192 pelajar di dua kecamatan dan 10 sekolah. Sementara itu, Nias Utara memperoleh sembilan bus untuk 216 pelajar di lima kecamatan dan sembilan sekolah." Ungkap Yuda
Menurut Yuda, layanan tersebut dirancang untuk membuka akses pendidikan di wilayah pedesaan, kepulauan, dan daerah dengan keterbatasan transportasi umum. Seluruh armada menempuh perjalanan hingga 2.128 kilometer setiap hari. Evaluasi rute dan validasi data akan dilakukan secara berkala, sedangkan operasional bus dapat dipantau melalui aplikasi Perintis Sumut.
"Program ini direncanakan diperluas secara bertahap hingga menjangkau 18 kabupaten di Sumut pada 2029."tuturnya
Sementara Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengapresiasi bantuan enam unit bus untuk wilayahnya. Angkutan gratis tersebut membantu siswa yang tinggal jauh dari sekolah, dengan jarak tempuh sekitar 25–29 kilometer. Sebagian pelajar sebelumnya masih mengandalkan sepeda motor untuk perjalanan sekolah.
"Kita berharap layanan bus pelajar, yang didukung pembangunan infrastruktur jalan, dapat meningkatkan mutu pendidikan dan mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk pengangkutan hasil pertanian."kata Taufik
Peluncuran tersebut turut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah Pemprov Sumut dan Pemkab Asahan, Forkopimda, kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua siswa.
Polusi Udara Akibat Karhutla Landa Medan, Yayasan CLS Desak Penanganan Serius
Cegah ISPA Karena Asap Karhula, Dinkes Padangsidimpuan Bagikan 3000 Masker Kepada Warga Dalam Sehari
Warga Tapsel Ikuti Simulasi Penanganan Karhutla
Karhutla dan Keadilan Ekologis: Antara Tanggung Jawab Negara dan Strict Liability Korporasi