Kisah Pilu Syarif, Semua Harta Hanyut. Yang Tersisa Hanya Kompor Dan Yang Terpenting Ketiga Anakku Selamat
Amir Hamzah Harahap - Jumat, 14 Maret 2025 22:59 WIB
analisamedan.com -Bencana Banjir yang melanda Kota Padangsidimpuan pada Kamis (13/03) Malam menjadi hari yang tak akan bisa dilupakan bagi Syarif (30) dan Istrinya Nur Aisyah Lubis (37).
Disaat Nur Aisyah Lubis dan ketiga buah hatinya tertidur lelap dirinya tak menyangka guyuran hujan lebat dan suara gemuruh petir sejak pukul 21.00 WIB menjadi pertanda akan kedatangan luapan air yang menghanyutkan semua harta bendanya tanpa sisa.
Kepada media, Syarif yang berprofesi sebagai buruh bongkar muat Warga Lingkungan II, Kelurahan Batang Ayumi Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Utara ini dengan wajah pucat dan suara terbata-bata memulai kisah malam bencana banjir.
"Saat itu ketiga anakku dan istri tidur dirumah sederhana yang kami kontrak di Gang Berkah. Saya belum tidur dikarenakan kalau hujan saya selalu was-was" ucap Syarif menjelaskan awal mula hilangnya semua harta benda dibawa arus sungai.
Ketiga buah hati dari pasangan Sarif dan Aisyah yakni M. Habizar (6 bulan), Sarifahtul Ulfah (5 Tahun) dan Muhhamad Zainal Harahap (5) tertidur lelap disamping ibunya.
"Saya keluar karena merasa curah hujan tidak seperti biasa. Saya bawa senter lalu melangkah keluar rumah. Banar saja air tiba-tiba naik dan meluap. Langsung kepikiran harus menyelamatkan anak dan istri" kata ayah tiga anak ini dengan kepala menunduk kebawah.
Dengan kondisi panik dan khawatir sebab kontrakan yang ia sewa hanya berjarak 10 meter dari bibir sungai.
"Langsunglah bang saya berlari dan panik bangunkan ibu anak-anak. Saya gendong langsung dua dan istri gendong yang paling kecil. Ayo dek kita lari udah magodang aek (air meluap-red)" Ucapnya dengan terbata-bata.
Setelah berhasil merangkul hartanya yakni ketiga anak dan istri, Sarifpun mengucap Istigfar.
"Pokoknya bang air itu ngak bisa kujelaskan kek mana besarnya. Suaranya saja luar bisa, kondisi saat itu hujan deras dan petir. Pokoknya harus selamat keluargaku. Ngak tau bang cara menjelaskannya" Ucap Syarif.
Manambahkan, Nur Asiyah Ibu tiga anak ini juga mengungkapkan semua hartanya bendanya hanyut dan yang berhasil diselamatkan hanya kompor.
"Cuma ini bang yang bisa diselamatkan kompor satu ini. Kalau tempat tidur dan semuanya sudah hanyut. Pokoknya bang anakku semua selamat itu hartaku" Kata Aisyah dengan mata yang memerah.
Disaat Nur Aisyah Lubis dan ketiga buah hatinya tertidur lelap dirinya tak menyangka guyuran hujan lebat dan suara gemuruh petir sejak pukul 21.00 WIB menjadi pertanda akan kedatangan luapan air yang menghanyutkan semua harta bendanya tanpa sisa.
Kepada media, Syarif yang berprofesi sebagai buruh bongkar muat Warga Lingkungan II, Kelurahan Batang Ayumi Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Utara ini dengan wajah pucat dan suara terbata-bata memulai kisah malam bencana banjir.
"Saat itu ketiga anakku dan istri tidur dirumah sederhana yang kami kontrak di Gang Berkah. Saya belum tidur dikarenakan kalau hujan saya selalu was-was" ucap Syarif menjelaskan awal mula hilangnya semua harta benda dibawa arus sungai.
Ketiga buah hati dari pasangan Sarif dan Aisyah yakni M. Habizar (6 bulan), Sarifahtul Ulfah (5 Tahun) dan Muhhamad Zainal Harahap (5) tertidur lelap disamping ibunya.
"Saya keluar karena merasa curah hujan tidak seperti biasa. Saya bawa senter lalu melangkah keluar rumah. Banar saja air tiba-tiba naik dan meluap. Langsung kepikiran harus menyelamatkan anak dan istri" kata ayah tiga anak ini dengan kepala menunduk kebawah.
Dengan kondisi panik dan khawatir sebab kontrakan yang ia sewa hanya berjarak 10 meter dari bibir sungai.
"Langsunglah bang saya berlari dan panik bangunkan ibu anak-anak. Saya gendong langsung dua dan istri gendong yang paling kecil. Ayo dek kita lari udah magodang aek (air meluap-red)" Ucapnya dengan terbata-bata.
Setelah berhasil merangkul hartanya yakni ketiga anak dan istri, Sarifpun mengucap Istigfar.
"Pokoknya bang air itu ngak bisa kujelaskan kek mana besarnya. Suaranya saja luar bisa, kondisi saat itu hujan deras dan petir. Pokoknya harus selamat keluargaku. Ngak tau bang cara menjelaskannya" Ucap Syarif.
Manambahkan, Nur Asiyah Ibu tiga anak ini juga mengungkapkan semua hartanya bendanya hanyut dan yang berhasil diselamatkan hanya kompor.
"Cuma ini bang yang bisa diselamatkan kompor satu ini. Kalau tempat tidur dan semuanya sudah hanyut. Pokoknya bang anakku semua selamat itu hartaku" Kata Aisyah dengan mata yang memerah.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kajati Sumut Lantik 6 Kajari Baru, Hartadhi Kajari Padangsidimpuan dan Amri di Tapanuli Selatan
Satukan Persepsi, Kapolsek Hutaimbaru Ajak Para Kades Perang Usir Narkoba Dari Desa
Asal Padangsidimpuan, Jemaah Kloter 12 Rawan Resti
Nekat Jambret Kakek Yang Hendak Sholat Subuh ke Masjid, Warga Sidimpuan Ini Akhirnya Gol
Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Padangsidimpuan Tambal Jalan Rawan Truk Terguling
Dari Sidimpuan ke Baitullah, 343 Jamaah Haji Berangkat Pada Minggu Dari Masjid Al-Abror
Komentar