Kronologi Tukang Gali Tanah Tertimbun Longsor di Sidimpuan
Amir Hamzah Harahap - Minggu, 27 Agustus 2023 20:57 WIB
analisamedan.com -Abdul Muluk Ritonga (49) tukang gali tanah yang tertimbun longsor di Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan kini dirawat dirumah, Minggu (27/08/2023).
Saat awak media menyambangi kediaman korban yang tinggal dirumah kontrakan sederhana berukuran 4x7 meter di Lingkungan tiga Kelurahan Silandit, terlihat korban hanya bisa berbaring menahankan rasa sakit.
Istri korban, Lisma (44) menceritakan dirinya juga berada dilokasi dan hampir turut tertimbun saat kejadian naas tersebut.
"Jadi kejadiannya pada Kamis (24/08), sekitar pukul 13.30 WIB. Saya dan suami mengambil tanah untuk dimasukkan kemobil. Tiba_tiba saya melihat tanah longsor dari atas" Kata Lisma dengan wajah menunduk mengingat kejadian.
Saat mengetahui akan terjadi longsor ditebing tersebut, Lisma Spontan melihat anak bungsunya bernama Anggi Adian Natano yang masih bersekolah di SD Silandit dan membawanya berlari agar tidak turut tertimbun.
"Saat itu saya langsung menarikkan tangan anakku untuk berlari menjauh meskipun terkena juga. Tapi suamiku tidak sempat menyelamatkan diri" Kata Ibu beranak 7 ini.
Dirinya melanjutkan suaminya mengalami patah kaki sebelah kiri akibat insiden tersebut.
"Suami saya tertimbun, sedangkan saya hanya tertimbun sebagian badan termasuk anak saya. Kemudian saya berlari mencari suami saya ditimbunan" ucap Lisna yang juga bekerja sebagai tukang gali tanah.
Usai suaminya ditemukan, warga langsung melarikan korban ke RSUD Padangsidimpuan. "Sehari dirawat dirumah sakit. Baru kami pulang" Katanya.
Saat ditanyai kembali, alasan kenapa tidak dirujuk ke Kota Medan, Lisna mengatakan untuk berobat kampung.
"Adanya BPJS suami, tetapi ke Medan juga harus dipikirkan kian bagaimana anak kami nanti sekolahnya. Dan siapa yang cari makan kalau aku ikut juga ke Medan. anakku empat lagi sekolah bang" ujarnya.
Ketika diwawancara terkait pekerjaan menggali tanah timbunan tersebut, dirinya dan suami di Upah Rp. 15 ribu satu truck tanah.
"Kalau menggali tanah di tebing itu upahnya lima belas ribu" jelas Lisna sembari memalingkan dan mengusap wajahnya.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polri Bangun Bak Penampungan Air Bersih Untuk Tiga Desa di Padangsidimpuan
Kadis BKD Padangsidimpuan Mengundurkan Diri, Gantinya Ikhwan Nasution
Tak Kunjung Dibangun Pemko, Kades Ujung Gurap Anggarkan ADD Untuk Rehab Rambin
Warga Ingatkan Dishub Sidimpuan Antisipasi Macet di Komplek Sadabuan Saat Gemar dan Gemas
Bayar Pajak di Samsat Padangsidimpuan Tak Perlu Bawa KTP Pemilik Lama
Bayar Pajak di Samsat Padangsidimpuan, Dapat Diskon Mulai Dari Penginapan, Coffe Shop, PizzaHut Hingga Tiket Kolam Renang
Komentar