Petani di Sidimpuan Demo ke Balai Kota Teriak: "Air dan APBD Untuk Rakyat"

Amir Hamzah Harahap - Selasa, 03 Juni 2025 17:16 WIB
Petani di Sidimpuan Demo ke Balai Kota Teriak: "Air dan APBD Untuk Rakyat"
analisamedan.com -Petani dan Masyarakat dari 7 Desa di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Walikota Padangsidimpuan meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan Saluran DI Irigasi Ujung Gurap yang mengairi desa mereka, Selasa (03/05/2024).

Kehadiran massa yang didominasi kaum ibu-ibu ini pada pukul 11.00 WIB guna menyampaikan penderitaan mereka terkait kebutuhan dasar air bagi persawahan warga yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Pantauan media, warga berteriak "Air..Air..Air" didepan balai kota sebagai pertanda bahwa kondisi mereka sedang sangat butuh pertolongan.

"Saluran irigasi ini mengalami kerusakan akibat tumpukan sampah dari TPA Batubola yang mengalami longsor. Alhasil tumpukan tersebut menutup saluran irigasi. Sehingga, sawah masyarakat kini tidak dialiri air lagi," Ungkap perwakilan masyarakat, Musno Saidi Siregar.

Lanjut dalam orasinya, warga sangat mendukung Program nasional dalam bidang ketahanan pangan nasional sementara air persawahan tidak beres selama dua tahun yang mengakibatkan hasil panen masyarakat mengalami penurunan yang sangat signifikan.

"Kami berharap, dalam seminggu ini irigasi tersebut akan segera dialiri air ke pertanian bapak dan ibu," pungkasnya

Selain itu, pihaknya mendesak Pemko Padangsidimpuan untuk merelokasi TPA yang awalnya sudah di sepakati bersama lokasinya di Batang Bahal.

Sampah yang terbawa aliran air dari TPA terdiri dari limbah domestik, mulai dari plastik hingga sampah organik. Akibatnya, sungai batang Ayumi tercemar dipenuhi limbah dan memicu kekhawatiran serius, terutama bagi petani yang menggantungkan irigasi sawah dari aliran tersebut.

"Kami tidak berani lagi menggunakan air sungai Batang Ayumi. Selain bau dan kotor, kami takut dampaknya ke kesehatan dan hasil panen," ujarnya.

Aksi massa ini pun ditanggapi langsung Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe meski dirinya tengah menunaikan ibadah haji. Melalui Video Call dirinya mengatakan, proses perbaikan sedang berjalan, kita sudah melakukan koordinasi dengan KUPT Provinsi terkait perbaikan Irigasi ini.

"Harapan saya agar masyarakat yang terdampak agar dapat sedikit bersabar. Saya berjanji setalah pulang haji pada tanggal 13 Juni 2025 nanti saya akan melakukan kordinasi dengan KUPT dalam menindaklanjuti Irigasi tersebut," ungkapnya dari tanah suci.

Mendengar tanggapan tersebut, masyarakatpun akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Kendati demikian, mereka berjanji akan kembali melakukan aksi dengan membawa massa yang lebih besar lagi apabila irigasi tersebut tidak di perbaiki secepatnya.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru