Sosialisasi DTSEN, Walkot Letnan: Kunci Bantuan Tepat Sasaran

Amir Hamzah Harahap - Kamis, 25 Juni 2026 17:30 WIB
Sosialisasi DTSEN, Walkot Letnan: Kunci Bantuan Tepat Sasaran
analisamedan.com -Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan menggelar kegiatanSosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional(DTSEN) Tahun 2026, bertempat di Aula SMKN 1 Padangsidimpuan, Kamis (25/06/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh
Walikota Padangsidimpuan H. Letnan Dalimunthe SKM Mkes. Juga turut hadir Sekretaris Daerah Rahmat Marzuki Nasution, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Ihram Kurnia Agustan, Kepala Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan Zufri Nasution, para camat, lurah dan kepala desa se-Kota Padangsidimpuan, SDM Program Keluarga Harapan (PKH), serta operator data desa dan kelurahan.

"Mari berkomitmen dan bersungguh-sunguh untuk mewujudkan data yg akurat, valid dalam mengusulkan anggota masyarakat Yang benar-benar layak menerima bansos, manfaatkan aplikasi yang ada untuk keperluan data yg tepat sasaran" Kata Walkot Letnan dalam arahannya.

Pemerintah Kota Padangsidimpuan mendukung penuh implementasi DTSEN sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola data sosial yang modern.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan Zufri Nasution menjelaskan bahwa Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pengelolaan, pemutakhiran, dan pemanfaatan DTSEN sebagai basis data terpadu dalam pelaksanaan program kesejahteraan sosial.

"Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pengelolaan data yang akurat dan sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga diharapkan melalui sosialisasi ini, kualitas data sosial dan ekonomi masyarakat di Kalurahan Kemejing dapat semakin baik sehingga mendukung penyaluran bantuan dan program pemerintah secara tepat sasaran" Kata Kadis Sosial dalam sambutannya dihadapan Lurah dan Kepala Desa serta peserta sosialisasi.

Lanjutnya, DTSEN memuat informasi individu dan keluarga dengan profil sosial ekonomi yang lebih lengkap dan akurat.

"Jika sebelumnya DTKS hanya mencakup individu dan keluarga penerima bantuan sosial dengan profil terbatas, maka DTSEN kini telah mencakup seluruh populasi penduduk Indonesia dan disertai dengan pemeringkatan dalam bentuk desil. DTSEN akan menjadi sumber data utama dalam penyaluran program bantuan sosial maupun program pemberdayaan lainnya," Ujar Kadis Sosial.

Acara yang dilanjutkan dengan sesi diskusi, sejumlah lurah menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini ditemui dalam pendataan dan penyaluran bantuan sosial.

Lurah Tanobato, Tahtim Siregar, M.A., mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut karena dinilai mampu menjawab berbagai pertanyaan terkait pengelolaan data kesejahteraan masyarakat.

Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, salah satunya terkait anak dari keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang secara ekonomi tergolong kurang mampu namun tidak masuk dalam daftar penerima bantuan sosial.

"Di lapangan masih ditemukan anak dari keluarga PNS yang kondisi ekonominya sebenarnya tidak mampu, tetapi tidak terakomodasi sebagai penerima bantuan karena status orang tuanya sebagai ASN. Ini menjadi salah satu persoalan yang sering disampaikan masyarakat," katanya.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru