Terkendala Biaya Perawatan, Bocah 3 Tahun di Padangsidimpuan Koma di Rumah Sakit
Amir Hamzah Harahap - Minggu, 12 Maret 2023 15:48 WIB
analisamedan.com- Tubuh mungil bocah berusia tiga tahun terkulai lemah tak sadarkan diri di Rumah Sakit Metta Medika dalam kondisi kritis butuh bantuan biaya untuk perawatan, Minggu (12/03/2023).
Ikrar Ajaki (3) bocah dari keluarga kurang mampu dari pasangan Ahmad Eli Topan Nasution (39) dan Dewi (19) Warga Lingkungan VII, Kelurahan Batu Nadua Jae, Kota Padangsidimpuan ini dirawat diruang ICU lantai 4.
Ahmad Ali Topan, ayah dari anak malang yang berprofesi sebagai sopir angkot Link Batu Nadua ini dijumpai awak media dirumah sakit menjelaskan dirinya sangat berharap untuk kesembuhan putranya.
"Saya bang demi anakku apapun kalau bisa kulakukan. Sudah tiga hari dirawat disini, dan satu hari biaya perawatannya lumayan mahal. Saya sudah mau jual organ ini kalau ada mau sudah saya tawarkan ke perawat" ujad Ahmad sembari meneteskan air mata.
Saat ditayai, keluarga kurang mampu ini tidak masuk dalam daftar program KIS untuk warga kurang mampu dan tidak punya BPJS.
"Ngak ikut kami kartu KIS itu bang. Dan saat ini kami mau urus BPJS tapi persoalannya 14 hari baru bisa digunakan sementara ini harus perawatan dan dirujuk kemedan terpaksa kami tolak karena biaya" Ucap ayah empat anak ini sambil menundukkan kepala.
Sedangkan kronologi bocah tiga tahun ini hingga dirawat di rumah sakit, pada Jum'at (10/03/2023) pukul 11.30 WIB.
Bocah malang ini sedang bersama ayahnya di depan Uli Motor, Kelurahan Batu Nadua Jae memperbaiki angkot yang ia bawa.
"Saat itu saya betuli ban mobil, dan anak saya itu masih bilang ini kunci ayah. Saat saya betuli mobil, berselang dua menit anak saya ngak saya liat. Dan saya cari-cari. Baru warga ada yang bilang ada anak tenggelam dan hanyut di paret. Disitulah saya berlari dan ternyata itu anak saya" ungkapnya berurai air mata.
Sedangkan korban ditemukan 700 meter dari lokasi hanyut di paret tepatnya di depan Dinas Perikanan Tapsel. Dan dengan rasa panik bak tersambar petir, dirinya dan warga langsung membawa kerumah sakit metta medika.
"Itulah bang, sebentar saja aku balik badan. Tiba-tiba anakku jatuh ngak ada yang tau. Ngak tau lagi bang musibah yang menimpaku ini" urai warga Lingkungan VII, Batu Nadua Jae Ini.
Kini dirinya merasa pangling untuk meminjam uang biaya berobat anaknya karena dalam sehari harus ada DP Rp. 1,3 Juta.
"Ngak bisa lagi aku bang berkata apa lagi" katanya.
Hingga berita ini diturunkan, bocah malang ini masih dalam kondisi koma.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pupuk Subsidi Langka dan Mahal, Petani Sipirok Tapsel Menjerit dan Ratapi Nasib
PKB Dukung Kebijakan Walikota Tunda Karnaval Ditengah Bencana Asap Karhutla
Karnaval HUT Pemko Padangsidimpuan Ditunda. Walikota: Kesehatan Masyarakat Jadi Prioritas
Dilema Karnaval HUT Pemko Padangsidimpuan Ditengah Gempuran Asap Karhutla, Ketua PKB: Utamakan Kesehatan Siswa
Karnaval HUT Pemko Padangsidimpuan Akan Diikuti Ribuan Siswa, Ketua PKB: Tetap Utamakan Kesehatan Ditengah Gempuran Asap
Sekolah di Padangsidimpuan Diliburkan Karena Kabut Asap Memburuk. Terapkan PJJ
Komentar