Hadapi Tahun Politik, Warga Nahdlatul Ulama Diminta Patuhi Putusan PBNU
analisamedan.com - Dalam menentukan putusan politik warga nahdliyin harus patuh dengan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Pengurus Nahdlatul Ulama diseluruh tingkatan harus sami'na wa ato'na dengan keputusan PBNU. Jangan mengambil keputusan masing-masing," kata Rois AM PBNU KH Miftachul Akhyar, menyikapi tahun politik saat membuka Halaqah dan Silaturahmi Akbar Ulama, Masyayikh, dan Pimpinan Pondok Pesantren se Sumatera Utara, dirangkai dengan Mukerwil I PWNU Sumatera Utara, Rabu (30/8/2023) di Asrama Haji Medan.
KH Miftachul Akhyar mengingatkan, jika warga nahdliyin terpecah, maka tidak ada artinya jumlah warga NU yang besar. "Jangan buka lapak sendiri-sendiri. Jangan buka kedai sendiri walaupun grosiran atau eceran," ujar KH Miftachul.
Disebutkan KH Miftachul Akhyar, secara data jumlah warga nahdliyin di Indonesia berjumlah 175 juta, atau 75 persen umat Islam di Indonesia adalah warga nahdliyin. Jika potensi besar ini dikelola dengan baik, tertib organisasi, dan patuh dengan kepitusan pimpinan organisasi maka semua akan "dipegang" oleh NU.
"Sayangnya banyak nahdliyin yang mudah terkejut, dan lupa dengan kebijakan organisasi".
Delapan Wajah Menuju Tambakeras : Membaca Peta Kekuatan Calon Ketua Umum PBNU
Ini Alasan KH Bahauddin Mundur dari Rois PWNU Sumut, Posisi Diisi KH Abdul Hamid Ritonga
Rois PWNU Sumut Diganti, Ini Sosok Penggantinya
PWNU Sumut Sembelih Hewan Kurban, Warga NU Rasakan Kebahagiaan Idul Adha
Rais dan Ketua PCNU Tapanuli Tengah Telah Terpilih, Konfercab Berjalan Lancar