Hadapi Tahun Politik, Warga Nahdlatul Ulama Diminta Patuhi Putusan PBNU
"Saya terharu saat menyaksikan peserta khalaqah yang menceritakan perjalan panjang berdirinya NU di Sumatera Utara. Saya merasa tidak punya arti apa-apa dan apa yang saya lakukan hari ini masih sangat kecil dibanding perjuangan para ulama dalam mendirikan nahdlatul ulama," ujar Marahalim.
Kebawajiban kita, lanjut Marahalim hanya berkhidmat di NU dengan sungguh-sungguh dan tidak menjadikan NU sebagai milik pribadi, harus membuka diri kepada siapa saja.
Marahalim berharap kepada seluruh pengurus PCNU untuk menggali potensi, baik dari zuriyat maupun ulama NU untuk berkhidmat bersama-sama membesarkan NU.
"Zuryat Nahdlatul Ulama punya tanggungjawab terdepan untuk membesarkan NU," ujar Marahalim.
Dibagian lain Marahalim juga mengingatkan agar pengurus Nahdlatul Ulama agar tidak terjebak pada politik praktis. Karena politik NU adalah politik kebangsaan yang mempunyai kewajiban untuk menjaga negara ini.
"Jangan tergiring kepada politik praktis karena akan membuat pecah belah umat NU. Kita tunggu petunjuk PBNU," ujar Marahalim seraya menyampaikan terimakasih kepada seluruh panitia dibawah koordinasi Drs H Ahmad Kosbi Nasution sebagai Ketua Panitia.
Rais dan Ketua PCNU Tapanuli Tengah Telah Terpilih, Konfercab Berjalan Lancar
Ulama Sepuh, Masyaikh dan Tokoh NU se Sumatera Serukan PBNU Sami'na wa Atho'na
Polemik di PBNU, Ulama Sepuh se Pulau Sumatera Serukan Islah
PWNU Sumut Siap Berkolaborasi Program Keumatan dengan Kanwil BPN Sumut
PWNU Sumut Peringati Nuzulul Quran, Gubsu Ajak NU Bersinergi dengan Pemerintah