Ikhlas Kunci Layanan Prima Ibadah Haji
Tegasnya lagi, ikhlas tidak hanya sekedar melakukan dalam konteks ibadah, tetapi juga mencakup sikap bersyukur dalam keadaan nikmat dan sabar dalam menghadapi musibah. Sekaligus ikhlas kunci untuk meraih keajaiban dan pahala yang utuh. Dengan kata lain, ikhlas merupakan sifat tulus dan murni dalam beramal yang dilakukan hanya semata karena Allah Swt dan tanpa mengharapkan balasan duniawi.
Dalam konteks ini, posisi pentingnya ikhlas bagi seluruh pelaksana ibadah haji tidak terbantahkan. Layanan prima yang tidak mengenal pamrih, harapan pujian dan apresiatif dari manusia tidak mendapatkan tempat lagi kecuali harap pada Allah.
Pada sesi pelepasan jamaah haji Kloter pertama dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede Menteri Agama, Prof. Nasaruddin menegaskan akan pentingnya keikhlasan dan kesiapan spritual dilatari perjalanan haji bukan perjalanan biasa tetapi perjalanan vertical sehingga membutuhkan perbaikan niat dan ketulusan hati. Kesempatan berhaji yang didapatkan para jamaah haji sebuah nikmat dan kesyukuran yang tidak semua orang mendapatkannya.
Kedisiplinan dan kepatuhan pada aturan yang berlaku menjadi bahagian yang tidak terpisahkan dalam keberhasilan ibadah haji. Semoga pelaksanaan ibadah haji tahun 1446H/2025M berjalan dengan baik dan sukses.
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
Hadiri Seminar Internasional di UIN Sumut, Menteri Agama : Indonesia Miliki Kepala Negara yang Hebat
Rektor UIN Sumut Wisuda 1.736 Sarjana, “Jadilah Solusi bukan Masalah.”
Rektor UIN Sumut Ajak Mahasiswa Baru Bekali Diri dengan Karakter dan Ahlak yang Kuat
Rektor UIN Sumut Terima Sertifikat Tanah di Desa Sena dari Menteri ATR-BPN