Bantuan Banjir Tak Tepat Sasaran! Warga Geruduk Kantor Desa di Sidimpuan. APH Diminta Panggil Kades dan Perangkat Desa
Amir Hamzah Harahap - Selasa, 03 Februari 2026 16:42 WIB
analisamedan.com -Sejumlah Warga protes dan menggeruduk Kantor Desa Sabungan Sipabangun, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan dikarena penerima bantuan Rp.1,8 Juta/KK kurang tepat sasaran.
Pasalnya, seorang lansia dan puluhan masyarakat Desa Sabungan Sipabangun ini sama sekali tidak mendapat bantuan pemerintah. Padahal, rumah Rohana Zalukhu (68) ikut diterjang banjir pada bulan November 2025 lalu.
Rohana mengaku, hingga saat ini belum menerima bantuan dari pemerintah. Sedangkan, masyarakat lainnya sudah menerima bantuan.
"Saya tidak dapat bantuan. Saya juga korban banjir, rumah saya rusak," kata Rohana Zalukhu ketika ditemui wartawan di Desa Sabungan Sipabangun, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, pada Senin (2/2/2026).
Sambil memegang tongkat, Rohana bersama warga lainnya mendatangi kantor desa untuk meminta penjelasan dari pemerintah Desa Sabungan Sipabangun.
"Kami meminta penjelasan dari Pak Kepala Desa. Kenapa kami tidak mendapatkan bantuan," teriak warga dari dalam kantor Pemerintahan Desa tersebut yang sedang protes.
Tidak hanya itu, warga juga menuntut agar Pj Kepala Desa dan seluruh aparat desa dicopot dari jabatannya.
"Kalau bisa, semua aparat desa dicopot. Apa gunanya kalau tidak pro masyarakat," ungkap Saddam Harahap.
Protes tersebut juga akibat penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran bagi warga terdampak.
"Yang tidak layak mendapat bantuan, mereka dapat. Tapi, yang layak malahan tidak mendapat bantuan. Pemerintah desa pun rata-rata dapat," ucap Saddam.
Saddam menegaskan, puluhan warga yang datang ke kantor desa tersebut semestinya layak mendapatkan bantuan.
"Ada puluhan warga korban banjir yang layak dapat bantuan. Tapi, tidak diberikan dan tidak di data," jelasnya.
Dia sangat mengesalkan pendataan dan penyaluran yang tidak adil. Saddam berjanji bakal membawa persoalan itu ke Kantor Wali Kota Padangsidimpuan.
"Kalau katanya, di data ulang. Tapi, ini kan tidak bisa dirubah lagi, ya percuma. Harapannya, kalau bisa yang pasti ganti semua aparat desa. Rencananya juga akan ngadu ke kantor Wali Kota Padangsidimpuan, tapi kami musyawarah dulu," tandasnya.
Usai di demo warganya, Pj Kepala Desa Sabungan Sipabangun, Ikhwandi SKM menyampaikan, akan melaporkan hal tersebut ke pihak kecamatan.
"Dan ini nanti, akan kami sampaikan ke pihak kecamatan untuk dapat ditindaklanjuti," ucapnya.
Pasalnya, seorang lansia dan puluhan masyarakat Desa Sabungan Sipabangun ini sama sekali tidak mendapat bantuan pemerintah. Padahal, rumah Rohana Zalukhu (68) ikut diterjang banjir pada bulan November 2025 lalu.
Rohana mengaku, hingga saat ini belum menerima bantuan dari pemerintah. Sedangkan, masyarakat lainnya sudah menerima bantuan.
"Saya tidak dapat bantuan. Saya juga korban banjir, rumah saya rusak," kata Rohana Zalukhu ketika ditemui wartawan di Desa Sabungan Sipabangun, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, pada Senin (2/2/2026).
Sambil memegang tongkat, Rohana bersama warga lainnya mendatangi kantor desa untuk meminta penjelasan dari pemerintah Desa Sabungan Sipabangun.
"Kami meminta penjelasan dari Pak Kepala Desa. Kenapa kami tidak mendapatkan bantuan," teriak warga dari dalam kantor Pemerintahan Desa tersebut yang sedang protes.
Tidak hanya itu, warga juga menuntut agar Pj Kepala Desa dan seluruh aparat desa dicopot dari jabatannya.
"Kalau bisa, semua aparat desa dicopot. Apa gunanya kalau tidak pro masyarakat," ungkap Saddam Harahap.
Protes tersebut juga akibat penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran bagi warga terdampak.
"Yang tidak layak mendapat bantuan, mereka dapat. Tapi, yang layak malahan tidak mendapat bantuan. Pemerintah desa pun rata-rata dapat," ucap Saddam.
Saddam menegaskan, puluhan warga yang datang ke kantor desa tersebut semestinya layak mendapatkan bantuan.
"Ada puluhan warga korban banjir yang layak dapat bantuan. Tapi, tidak diberikan dan tidak di data," jelasnya.
Dia sangat mengesalkan pendataan dan penyaluran yang tidak adil. Saddam berjanji bakal membawa persoalan itu ke Kantor Wali Kota Padangsidimpuan.
"Kalau katanya, di data ulang. Tapi, ini kan tidak bisa dirubah lagi, ya percuma. Harapannya, kalau bisa yang pasti ganti semua aparat desa. Rencananya juga akan ngadu ke kantor Wali Kota Padangsidimpuan, tapi kami musyawarah dulu," tandasnya.
Usai di demo warganya, Pj Kepala Desa Sabungan Sipabangun, Ikhwandi SKM menyampaikan, akan melaporkan hal tersebut ke pihak kecamatan.
"Dan ini nanti, akan kami sampaikan ke pihak kecamatan untuk dapat ditindaklanjuti," ucapnya.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kajati Sumut Lantik 6 Kajari Baru, Hartadhi Kajari Padangsidimpuan dan Amri di Tapanuli Selatan
Satukan Persepsi, Kapolsek Hutaimbaru Ajak Para Kades Perang Usir Narkoba Dari Desa
Asal Padangsidimpuan, Jemaah Kloter 12 Rawan Resti
Nekat Jambret Kakek Yang Hendak Sholat Subuh ke Masjid, Warga Sidimpuan Ini Akhirnya Gol
Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Padangsidimpuan Tambal Jalan Rawan Truk Terguling
Dari Sidimpuan ke Baitullah, 343 Jamaah Haji Berangkat Pada Minggu Dari Masjid Al-Abror
Komentar