Inovasi Daur Ulang Mandiri Oli Bekas, Agincourt Resources Raih EPSA 2025

Sugiatmo - Rabu, 03 September 2025 20:15 WIB
Inovasi Daur Ulang Mandiri Oli Bekas, Agincourt Resources Raih EPSA 2025
analisamedan/dok
Tim Departemen Environment PT Agincourt Resources melakukan pemeriksaan alat pada waste oil processing plant (WOPP) di Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Program "Utilisasi Hypobaric Fraction Separator untuk Pemanfaatan Minyak Pelumas Bekas" memungkinkan pemanfaatan minyak pelumas bekas hingga 80% sebagai substitusi bahan bakar minyak pada bahan peledak menggantikan bahan bakar diesel.

Melalui teknologi pemanasan, filtrasi, pemisahan fraksi bertekanan rendah, hingga pendinginan, minyak pelumas bekas berhasil dimurnikan menjadi bahan yang aman digunakan.

"Selain mampu mengurangi dampak lingkungan, inovasi ini dapat menciptakan efisiensi berkat penerapan praktik circular economy. Inovasi ini merupakan kontribusi kami dalam mendukung pencapaian SDG's ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung
jawab," tutur Rahmat.

PTAR juga mendapat Penghargaan Gold atas program "Closed-Loop Energy Reclamation dengan Intelligent Torque Control (ITC) pada Sistem Ore Grinding." Program ini pada tahun 2024 mampu mengurangi penggunaan energi listrik sebesar 4.931 GJ dan menghemat biaya pembelian listrik senilai Rp1,69 miliar.

Total tujuh penghargaan dibawa pulang PTAR pada perhelatan EPSA 2025 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 31 Agustus 2025. Selain dua Gold, Perusahaan memboyong tiga Silver dan dua Bronze.

Penghargaan Silver diberikan atas program "Pemanfaatan Sampah Flexible Intermediate Bulk Container (FIBC) menjadi Keranjang Sampah"; "Optimalisasi Penurunan Beban Pencemar Air (BPA) Parameter Tembaga (Cu) dengan Selective Chelator"; dan "Leanslope Pit Ramba Joring Innovation: Redesign Haul Road."

Sementara, Penghargaan Bronze dianugerahkan atas program "Pengembangan Unit Usaha Galeri Bagas Silua" dan "Konservasi Ikan Jurung (Neolissochilus thienemanni) melalui Rekayasa Ekosistem dengan Model BioFAD."

Wakil Rektor IV Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini adalah disinformasi dan kerusakan lingkungan. Jika tidak ditangani serius, hal tersebut berpotensi membawa dampak buruk bagi peradaban.

Dalam konteks itulah, EPSA hadir sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan dedikasi
menghadirkan inovasi dan teknologi ramah lingkungan.

"EPSA bukan sekadar ajang apresiasi, tetapi simbol sinergi menuju pembangunan hijau dan berkelanjutan. Atas nama Rektor UNDIP, kami mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan," ujarnya.

Penghargaan EPSA menambah jejak prestasi PTAR selain PROPER Hijau yang telah digenggam selama 2 tahun berturut-turut. Di samping itu, pada 2024 PTAR meraih Penghargaan Terbaik Penerapan Good Mining Practice (GMP) serta tujuh penghargaan EPSA
2024. (sug)

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru