Ketua ATLI Muspriadi Serahkan Buku Reformasi Transportasi kepada Utusan Khusus Presiden di Sergai
Gustan Pasaribu - Senin, 04 Mei 2026 17:08 WIB
analisamedan.com/gustanpasaribu
Ketua Asosiasi Transportasi Logistik Indonesia (ATLI), H. Muspriadi, menyerahkan buku hasil karyanya kepada Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan, H. Muhammad Mardiono, saat kunjungan di Pondok Pesantren Zakiyun Najah, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (3/5/2026).
analisamedan.com -Ketua Asosiasi Transportasi Logistik Indonesia (ATLI), H. Muspriadi, menyerahkan buku hasil karyanya kepada Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan, H. Muhammad Mardiono, saat kunjungan di Pondok Pesantren Zakiyun Najah, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (3/5/2026).
Buku berjudul "Reformasi Sistem Transportasi dan Logistik Nasional: Urgensi Pembentukan Kementerian Transportasi dan Logistik" tersebut merupakan hasil penelitian dan pengalaman panjang Muspriadi sebagai pelaku usaha di sektor transportasi logistik.
Muspriadi mengatakan bahwa gagasan dalam buku tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap berbagai persoalan mendasar yang dihadapi sektor transportasi dan logistik di Indonesia. Ia menyoroti tingginya biaya logistik, lemahnya integrasi kebijakan antar lembaga, serta belum optimalnya sistem distribusi barang di negara kepulauan seperti Indonesia.
"Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan sistem transportasi dan logistik yang lebih terintegrasi agar distribusi barang dapat berjalan lebih efisien dan merata," ujar Muspriadi.
Menurutnya, reformasi sistem transportasi nasional perlu dilakukan secara menyeluruh. Salah satu langkah strategis yang ditawarkan adalah pembentukan Kementerian Transportasi dan Logistik yang secara khusus mengintegrasikan kebijakan transportasi darat, laut, udara, dan kereta api dalam satu sistem logistik nasional yang terpadu.
Momentum kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan ke Sumatera Utara dimanfaatkan Muspriadi untuk menyampaikan langsung gagasannya kepada pemerintah pusat melalui Mardiono.
Menanggapi hal tersebut, H. Muhammad Mardiono menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh pelaku usaha transportasi dan logistik. Ia menyatakan bahwa gagasan tersebut akan dipelajari lebih lanjut dan menjadi bahan masukan bagi pemerintah.
"Saya terima buku ini sebagai bahan masukan yang baik untuk masa depan dunia usaha kita," ungkap Mardiono.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendorong dialog antara pelaku usaha dan pemerintah, khususnya dalam upaya memperkuat sistem logistik nasional yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Buku berjudul "Reformasi Sistem Transportasi dan Logistik Nasional: Urgensi Pembentukan Kementerian Transportasi dan Logistik" tersebut merupakan hasil penelitian dan pengalaman panjang Muspriadi sebagai pelaku usaha di sektor transportasi logistik.
Muspriadi mengatakan bahwa gagasan dalam buku tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap berbagai persoalan mendasar yang dihadapi sektor transportasi dan logistik di Indonesia. Ia menyoroti tingginya biaya logistik, lemahnya integrasi kebijakan antar lembaga, serta belum optimalnya sistem distribusi barang di negara kepulauan seperti Indonesia.
"Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan sistem transportasi dan logistik yang lebih terintegrasi agar distribusi barang dapat berjalan lebih efisien dan merata," ujar Muspriadi.
Menurutnya, reformasi sistem transportasi nasional perlu dilakukan secara menyeluruh. Salah satu langkah strategis yang ditawarkan adalah pembentukan Kementerian Transportasi dan Logistik yang secara khusus mengintegrasikan kebijakan transportasi darat, laut, udara, dan kereta api dalam satu sistem logistik nasional yang terpadu.
Momentum kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan ke Sumatera Utara dimanfaatkan Muspriadi untuk menyampaikan langsung gagasannya kepada pemerintah pusat melalui Mardiono.
Menanggapi hal tersebut, H. Muhammad Mardiono menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh pelaku usaha transportasi dan logistik. Ia menyatakan bahwa gagasan tersebut akan dipelajari lebih lanjut dan menjadi bahan masukan bagi pemerintah.
"Saya terima buku ini sebagai bahan masukan yang baik untuk masa depan dunia usaha kita," ungkap Mardiono.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendorong dialog antara pelaku usaha dan pemerintah, khususnya dalam upaya memperkuat sistem logistik nasional yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Utusan Presiden Ajak Umat Islam Siapkan Generasi Tangguh Hadapi Krisis Global
Partai Gema Bangsa Sumut Dukung Gagasan Pembentukan Kementerian Transportasi dan Logistik
Bedah Buku Reformasi Sistem Transportasi dan Logistik Nasional : Integrasi Kebijakan Dinilai Kunci Efisiensi Distribusi
Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama, Staf Ahli Wamenag Dialog Bersama Kanwil dan FKUB Sumut
Kemenag Sumut-UINSU Gelar Perkemahan Wirakarya Madrasah 2025, Ratusan Siswa Ikut
BPJPH dan Pemprov Sumut Sepakati 88.384 Kuota Sertifikasi Halal, 33 Daerah Teken Komitmen
Komentar