Miris! 3 bulan TPP dan Gaji Honor Tak Dibayar di Sidimpuan, Malah "Pejabat" Sibuknya Bahas Pembelian Mobil Dinas Miliaran

Amir Hamzah Harahap - Minggu, 15 Desember 2024 16:36 WIB
Miris! 3 bulan TPP dan Gaji Honor Tak Dibayar di Sidimpuan, Malah "Pejabat" Sibuknya Bahas Pembelian Mobil Dinas Miliaran
Keterangan Fhoto: Ilustrasi

analisamedan.com -Sungguh miris nasib sejumlah ASN dan Honorer di Kota Padangsidimpuan, sudah tiga bulan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan gaji honorer Rp.1 Juta/ bulan belum dibayarkan Pemko Padangsidimpuan, Minggu (15/12/2024).

Para ASN dan Honorer saat ini mungkin tengah berdoa dan berharap agar hak mereka dibayarkan oleh Pemko Padangsidimpuan, terlebih memasuki akhir tahun meskipun jumlahnya sedikit. Seperti gaji honorer cuma Rp. 1 Juta/bulan yang jauh dibawah UMK.

Dan riak-riak tersebut sudah diperbincangkan satu bulan terkahir ini.

Seperti salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa suaminya bekerja seorang ASN di salah satu instansi pemerintah.


"Kami juga belum cair TPP bulan 9, 10, 11 dan 12 ngak ada yang dikasih. Kek mananya pemko ini" Kata warga yang juga berstatus seorang istri ASN di Kota Padangsidimpuan.

Ditempat terpisah, salah seorang orang honorer juga mengeluhkan belum dibayarkannya gaji honorer.

"Udah dua bulan bang belum cair. Ini jalan tiga bulan" Kata seorang tenaga honorer yang gajinya jauh dibayar UMK.


Tanggapan Pj Walikota


Menanggapi hal tersebut, Pj Walikota Padangsidimpuan Timur Tumanggor saat dikonfirmasi penyebab masalah tersebut akan memperjelas kepada Badan Keuangan.

"Walaikum salam. Izin pak masih otw di jalan medan menuju psp. Akan saya tanyakan kepada pak kadis keuangan ya.." Kata Pj Walikota saat dikonfirmasi melalui nomor pribadinya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah, Adi Supriadi saat ditanyai masalah tersebut menyebutkan untuk dijelaskan besok.

"Besok saya jelaskan itu biar ngak kemana-mana" Tegasnya.

Untuk diketahui, Pemko Padangsidimpuan saat ini akan membahas R-APBD 2025 bersama DPRD Kota Padangsidimpuan termasuk masalah pembelian mobil dinas baru.

Tanggapan MATA

Ketua Masyarakat Analisis Transparansi Anggaran (MATA) Sumut, Ahmad Yani menilai hal tersebut harus segera direalisasikan.

"Jadi begini. Itu kan TPP dan Honor sudah dianggarkan pada pembahasan dan sudah ada pos anggarannya pada tahun lalu. Ini kok bisa belum dibayarkan. Kemana uangnya? Itu pos pembayaran TPP dan Honor jangan digeser ke kepentingan lain" Kata Ahmad Yani.

Lanjutnya, jika alasan depisit sangat tidak masuk akal.

"Kalau alasannya depisit itu tidak diterima. Sebab item belanja pada APBD itu sudah jelas kemana saja. Contohnya begini, jika uang kita satu juta maka jangan belikan iphone karena itu tidak akan cukup dan akan jadi depisit. Makanya belikan sembako atau makanan dulu atau yang wajib biar ngak depisit, bukan didepokan ke hal yang ngak prioritas, ya..depisitlah. Kek gitulah, apalagi ini ada issue pembelian mobil dinas lagi untuk APBD 2025... Apa ngak makin depisit ini tahun depan... Heheh" Ucap Yani dengan wajah senyum merasa lucu kata depisit.




Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru