Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah

Sugiatmo - Sabtu, 16 Mei 2026 21:06 WIB
Rektor UIN Sumut :  Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang  Peradaban Islam Asia Tengah
analisamedan.com/dok
Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof Dr Hj Nurhayati, M.Ag, bersama sejumlah tokoh agama, akademisi, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh melakukan kunjungan persahabatan ke Xinjiang dan Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada 10-18 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nurhayati menilai kunjungan ke Xinjiang memiliki makna penting karena wilayah itu dikenal sebagai salah satu pusat komunitas muslim terbesar di Tiongkok. Menurutnya, lebih dari separuh penduduk Xinjiang diperkirakan beragama Islam dengan mayoritas berasal dari etnis Uyghur yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan peradaban Islam di kawasan Asia Tengah dan Tiongkok bagian barat.

"Xinjiang memperlihatkan karakter peradaban Islam yang sangat khas. Nuansa keislaman tampak kuat dalam kehidupan masyarakat, mulai dari budaya, tradisi, kuliner halal, hingga arsitektur bangunan-bangunan megah yang dihiasi ornamen kaligrafi Arab," ujar Prof. Nurhayati.

Ia menambahkan, keberadaan masjid-masjid besar menjadi bagian penting dari identitas masyarakat muslim di wilayah tersebut. Salah satunya adalah masjid Erdaoqiao di Urumqi yang dikenal sebagai salah satu masjid terbesar dan tertua di Tiongkok serta menjadi pusat aktivitas keagamaan dan budaya masyarakat Uyghur.

Identitas Islam di Xinjiang juga terlihat dalam berbagai fasilitas publik. Di Bandara Internasional Urumqi Diwopu misalnya, sejumlah papan informasi dan rambu petunjuk selain menggunakan bahasa Mandarin dan Inggris juga dilengkapi dengan aksara Arab.

Prof. Nurhayati juga menilai kunjungan tersebut memberi manfaat penting bagi pengembangan perguruan tinggi Islam, khususnya UIN Sumatera Utara Medan, dalam memperluas wawasan internasional, memperkuat jejaring akademik dan budaya, serta memperkaya perspektif tentang peradaban Islam dunia dan masyarakat Muslim multikultural.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru