Tim PKM UMA Sosialisasi Inovasi Limbah Kayu Sungai sebagai Produk Unggulan Kawasan Ekowisata Tangkahan

Hadi Iswanto - Jumat, 02 Agustus 2024 08:10 WIB
Tim PKM UMA Sosialisasi Inovasi Limbah Kayu Sungai sebagai Produk Unggulan Kawasan Ekowisata Tangkahan
analisamedan.com/istimewa
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Medan Area (UMA) foto bersama dengan mitra di sela-sela sosialisasi inovasi limbah kayu Sungai Batang Serangan sebagai Produk Unggulan Kawasan Ekowisata Tangkahan

analisamedan.com -Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Medan Area (UMA) melakukan sosialisasi inovasi limbah kayu Sungai Batang Serangan sebagai Produk Unggulan Kawasan Ekowisata Tangkahan

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Sei Serdang Kawasan Eko Wisata Tangkahan Kabupaten Langkat yang merupakan wilayah Taman Nasional Gunung Leuser.

"Kami melaksanakan kegiatan pengabdian pada bulab Juni mulai tanggal 8 hingga 12 Juni 2024," ungkap Ketua Pengabdian Dr. Ahmad Prayudi, dalam temu persnya Jumat (01/18/2024) di Universitas Medan Area

Disebutkan, kegiatan pengabdian masyarakat yang mereka lakukan merupakan skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) tahun 2024.

Pihaknya, kata Dr Ahmad Prayudi memenangkan Hibah DRTPM PDD Multy Years tahun 2024 dengan tim terdiri atas Dr. Ahmad Prayudi SE, MM, Dr. Dra Nina Siti Salmaniah Siregar, M.Si, Yunita Rambe ST, MT, dan Yusnaini SAkun, M,Si bersama empat orang mahasiswa manajemen yakni Calvindo William, Natasya Febyola, Fikri Azmi Nasution dan Calvindo William.

Dr. Prayudi biasa disapa memaparkan, kelompok masyarakat yang menjadi mitra kegiatan pengabdian ini melakukan kegiatan produksi dengan menggunakan bahan kayu untuk memproduksi cinderamata dan furniture sebagai ciri khas wisata, akan tetapi mitra tidak memaksimalkan pengolahan menggunakan bahan limbah kayu.

Hal ini tersebut tidak lepas dari persepsi bahwa limbah kayu memiliki kualitas yang buruk, yaitu kayu yang rusak atau cacat. Padahal terdapat banyak potensi yang bisa diperoleh dengan dengan memanfaatkan limbah kayu dengan baik dan benar.

" Kami memberikan pemahaman kepada mitra agar dapat menekan biaya produksi dengan memanfaatkan limbah kayu sebagai bahan produksi, berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan sungai, meningkatkan kesejahteraan pengrajin cinderamata dan furniture, mengurangi angka kemiskinan di kawasan ekowisata Tangkahan, dan meningkatkan kompetensi mitra dalam melakukan inovasi usaha," jelasnya

Prioritas permasalahan kewilayah yang menjadi sasaran lainnya adalah, pada bidang lingkungan, ekonomi dan sumber daya manusia di sektor pariwisata yakni :

1.Bidang Lingkungan dimana kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mengurangi keberadaan puluhan ton limbah kayu melalui pemanfaatan sampah kayu di sepanjang pinggir sungai. Dengan kegiatan inovasi pemanfaatan limbah kayu, mitra diharapkan memiliki terobosan dan inovasi dalam kegiatan produksi cinderamata dan furniture dengan mengelola sampah kayu sehingga mengurangi potensi banjir yang diakibatkan oleh tumpukan sampah kayu di sungai.

2.Bidang Ekonomi, Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mitra yang merupakan masyarakat di kawasan desa wisata melalui inovasi pengelolaan limbah kayu sungai Batang Serangan,

"Kecamatan Batang Serangan yang merupakan lokasi Desa Sei Serdang menghadapi masalah serius dalam penanganan kemiskinan, status desa wisata tidak membuat masyarakat otomatis sejahtera. Pada data BPS Kecamatan Batang Serangan angka kemiskinan masih di atas 5% yaitu 8,97%

3.Sumber Daya Manusia Sektor Pariwisata, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia mitra di sektor pariwisata yang inovatif dan professional.

Pada bidang Pariwisata, kawasan Kabupaten Langkat mengandalkan Ekowisata Tangkahan sebagai salah destinasi wisatawan nasional dan mancanegara. Namun sumberdaya manusia di kawasan desa wisata kurang memadai dalam pengelolaan usaha, terlihat tidak banyak usaha kecil dan menengah yang dapat berkembang.

Penyebabnya karena manajemen usaha yang buruk, tidak adanya aktivitas kegiatan pemasaran yang baik untuk mempopulerkan desa wisata meskipun kawasan tersebut sebenarnya merupakan destinasi wisata nasional dan internasional.

"Dari fenomena tersebut kami memberikan terobosan dalam akselerasi kualitas sumberdaya manusia mitra pada sektor pariwisata yang efektif dan berkesinambungan," ujar Dr. Prayudi.

Editor
: Taufik Wal Hidayat
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru