PT AR Gelar GreatTalk Martabe, Dorong Generasi Muda Untuk Berani Bermimpi

Amir Hamzah Harahap - Jumat, 08 Mei 2026 18:56 WIB
PT AR Gelar GreatTalk Martabe, Dorong Generasi Muda Untuk Berani Bermimpi
analisamedan.com -Dalam rangka perayaan Hari Pendidikan Nasional bersama seratusan pelajar dan mahasiswa, PT Agincourt Resources (PTAR) gelar Great Talk, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan Great Talk mengangkat tema Respect Your Self, Diri Batasan dan Masa Depan. Program tersebut merupakan bagian tanggung jawab dan komitmen PTAR membangun generasi tidak hanya sekadar akademik, tetapi juga secara karakter.

Dalam sambutannya, Wira Dharma Putra, General Manager Operations PTAR mengatakan, pada prinsipnya PTAR menganggap kemampuan secara akademis sama pentingnya dengan karakter yang kuat dan harus dibangun sejak dini bagi generasi muda, khususnya usia pelajar.

"Kita diajak memahami, menghargai kemampuan diri kita. Bukan soal percaya diri saja, tetapi nilai kekuatan, hal-hal yang kita perjuangkan. Dan batasan-batasan yang kita tetapkan. Sehingga nanti kita berani memperjuangkan hal yang kita anggap benar, dan baik," ucapnya.


Wira mengingatkan bahwa usia pelajar dan mahasiswa merupakan fase yang sangat menentukan bagi masa depan. Maka, cara memperlakukan diri sendiri, menentukan prioritas, disiplin dan kerja keras akan menentukan bagaimana hasil masa depan masing-masing.

"Berani menolak hal-hal yang teman-teman anggap tidak baik, itu akan menentukan. Kemudian tanggung jawab teman-teman, pada diri sendiri dan orang lain," katanya.
Dia juga berpesan agar para generasi muda untuk berani menentukan masa depannya.


"Tiga pesanku. Hormati diri kita dengan mengenali diri kita sendiri. Jaga batasan kita jangan mudah dikompromikan. Arahkan langkah menuju masa depan yang kita citakan," pungkasnya.

Meski pun berlangsung secara daring. Antusiasme peserta begitu tinggi berdialog bersama Imelda Riris Damayanti, narasumber yang juga merupakan penerima SATU Indonesia Awards 2025 (Astra).

Imelda Riris yang juga co-founder Never Okay Project (NOP) ini, memberi materi tentang keberanian berbicara, ruang aman, batasan diri dan pelecehan seksual. Poin-poin penting agar tidak merusak kepercayaan diri dan masa depan generasi muda, khususnya perempuan.

Dalam pergaulan, menurut Riris, remaja harus menentukan sikap untuk memilih teman atau lingkungan yang saling memberikan dukungan, dan mendorong ke arah yang lebih maju dan baik. Tetapi, harus juga waspada pada teman yang meremehkan ide dan cita-cita pribadi, karena akan berimplikasi pada kepercayadirian.

Penerima beasiswa CREA Global Institute of Sexuality and Gender (2025) ini, juga mengatakan, perempuan seharusnya punya ruang untuk berbicara. Terlebih ketika mengalami hal-hal buruk di lingkungan pendidikan atau pekerjaan.

"Jika kamu atau temanmu mengalami sesuatu yang tidak nyaman, jangan menanggung sendiri. Harus bicara kepada orang tua, kalau di sekolah atau kampus bicara pada guru BK atau dosen. Atau orang yang kamu percayai," pesan Riris.

Di Indonesia sendiri, terang Riris, ada kanal-kanal pelaporan bagi perempuan untuk bercerita tindakan tidak nyaman atau kekerasan yang dialaminya. Bisa melalui Never Okay Project neverokayproject.org binaanya. Atau hotline 129 Kementerian Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Atau di Rumah Sehat Rakyat, layanan kesehatan dan konseling.

"Harapannya. Teman-teman kalau ada yang mengalami kekerasan dan pelecehan. Saya harap, teman-teman tidak menyalahkan diri sendiri. Saya harap teman-teman mencari bantuan, bercerita melalui orang terdekat," tandasnya.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru