UINSU Wisuda 1.592 Lulusan, Rektor : Momentum Lahirnya Generasi yang akan Menjaga Masa Depan Bangsa

Sugiatmo - Jumat, 08 Mei 2026 06:40 WIB
UINSU Wisuda 1.592 Lulusan, Rektor : Momentum Lahirnya Generasi yang akan Menjaga Masa Depan Bangsa
analisamedan.com/sugiatmo
Rektor UINSU Prof Nurhayati bersama wisudawan terbaik didamping Dekan FUSI Dr Maraimbang Daulay

Prof Nurhayati menyoroti situasi dunia yang saat ini diwarnai konflik geopolitik, krisis ekonomi, krisis lingkungan hingga krisis moral yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Ia menyebut ketegangan global yang melibatkan sejumlah negara besar menjadi pengingat bahwa dunia saat ini saling terhubung dan gejolak di satu kawasan dapat mempengaruhi stabilitas dunia, termasuk Indonesia.

"Krisis global hari ini tidak hanya menguji kekuatan sistem, tetapi juga menguji ketahanan manusia itu sendiri," katanya.

Karena itu, menurutnya, alumni perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat, bukan hanya secara ekonomi dan intelektual, tetapi juga secara moral dan spiritual.

Rektor menegaskan alumni UINSU harus tampil sebagai agen perubahan, penjaga nilai, penggerak ketahanan sosial, sekaligus inovator di tengah krisis.

"Jangan menjadi penonton dalam dinamika global, tetapi jadilah pelaku yang membawa arah perubahan," tegasnya.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar dan tetap menjaga integritas di tengah berbagai tantangan kehidupan.

"Keberhasilan bukan hanya tentang apa yang Saudara capai, tetapi tentang apa yang Saudara berikan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Nurhayati turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga wisudawan yang telah berjuang mengantarkan putra-putrinya meraih gelar akademik.

"Keberhasilan anak-anak kita sesungguhnya adalah buah dari cinta dan ketulusan orang tua," katanya.

Suasana wisuda semakin cair ketika Rektor menutup pidatonya dengan sejumlah pantun yang disambut tawa dan tepuk tangan para wisudawan serta keluarga.

Salah satu pantun yang mencuri perhatian berbunyi: "Naik bus ke Pangkalan Susu. Hendak membeli kue serabi. Kami tak ragu alumni UINSU. Jadilah pemimpin pewaris Nabi."

Pantun lain yang tak kalah mengundang gelak tawa adalah: "Burung merpati terbang ke taman, Hinggap sebentar di atas pagar. Gelar sudah di tangan kanan, Jodoh menyusul, jangan dikejar-kejar."

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru