Workshop Penguatan Kapasitas Dalam Analisis Kebijakan Pembangunan dengan Pendekatan Pemodelan System Dynamics
analisamedan.com - Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Daerah (RPRKBID) Provinsi Sumatera Utara yang telah dilakukan bulan lalu, maka Universitas Sumatera Utara yang difasilitasi oleh Kementerian PPN/Bappenas dalam rangka inisiatif Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development Initiative/LCDI), dengan dukungan dariForeign, Commonwealth & Development Office (FCDO)Pemerintah Inggris bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) menyelenggarakanWorkshop Penguatan Kapasitas dalam Analis Kebijakan Pembangunan dengan Pendekatan Pemodelan System Dynamicsselama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat, 10–11 April 2025 di Hotel Grandhika Setiabudi Medan.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait dalam merancang kebijakan berbasis data melalui pendekatansystem dynamics, sebuah metode analisis kebijakan yang menekankan pada dinamika sistem,feedback loops, serta simulasi skenario kebijakan dalam jangka panjang.
Dalam pembukaan kegiatan, Kepala Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara,yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Afri Winata Lubis, S.IP., M.Si., menyampaikan pentingnya inovasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
"System dynamics penting untuk analisis kebijakan terutama dalam memproyeksikan dampak jangka panjang dan menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan, sehingga harapannya seluruh peserta dapat fokus untuk mengikuti kegiatan ini" jelasnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti enam sesi utama yang bersifat interaktif dan aplikatif. Pada hari pertama, peserta diperkenalkan pada konsep dasarsystem dynamics, perbedaannya dengan pendekatan analisis konvensional, hingga latihan awal mengenali elemen dasar sepertistocks,flows, dancausal loop diagrams.
Hari kedua difokuskan pada praktik lanjutan, seperti pembangunan model matematis berbasis kebijakan, simulasi, serta diskusi tantangan dan peluang penerapannya di daerah.
Sebagai kegiatan yang menekankan penguatan kapasitas, seluruh peserta diminta membawa laptop untuk mengikuti sesi praktik secara langsung. Hal ini menjadi bagian penting dari strategi pelatihan agar hasil workshop tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan langsung dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka sehari-hari.
Workshop ini diberikan oleh Dr. Ir. Irman Firmansyah, S.Hut., M.Si., M.Sc., dan diikuti oleh 26 instansi lintas sektor, mulai dari OPD Provinsi Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota, Bappeda dari Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai, hingga BMKG, BPS, dan akademisi dari Universitas Negeri Medan serta Universitas Sumatera Utara.
Sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional dan global, kegiatan ini diharapkan akan membuat Provinsi Sumatera Utara bertekad untuk menjadi wilayah yang mampu merespons tantangan lingkungan dan pembangunan dengan pendekatan ilmiah. Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah awal untuk mengarusutamakan prinsip-prinsip pembangunan rendah karbon melalui kebijakan yang terukur, berbasis data, dan berorientasi pada hasil jangka panjang.
Dengan selesainya workshop ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam institusi masing-masing, yang mampu membawa semangat inovasi kebijakan berbasissystem dynamicske dalam dokumen perencanaan pembangunan yang lebih responsif dan berkelanjutan. (ferdy)
Kakanwil Kemenhaj Sumut Ingatkan Kegunaan Kartu Nusuk
UNPRI Jadi Kampus Pertama Creative Workshop JNE Content Competition 2026
USU Kembangkan Smart Water System Berbasis IoT untuk Pemulihan Kualitas Air Pascabanjir
Rektor USU Lantik Wakil Rektor dan Sekretaris
Mengungkap Rahasia di Balik Klik “Saya Setuju”: