PPP Sumut Launching Muscab di Sergai, Mardiono Tekankan Peran Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
analisamedan.com -Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara, Ahmadan Harahap, S.Ag, M.Sp menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Serdang Bedagai atas dukungan terhadap kegiatan launching Musyawarah Cabang (Muscab) PPP se-Sumatera Utara yang digelar di Desa Firdaus, Sei Rampah, Minggu (3/5/2026).
Ahmadan menegaskan, dipilihnya Serdang Bedagai sebagai lokasi launching merupakan bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kader PPP hingga berhasil menduduki kursi legislatif di tingkat kabupaten dan provinsi.
"Ini adalah bentuk penghormatan kami kepada masyarakat Serdang Bedagai yang telah memberikan kepercayaan kepada kader PPP. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir dan bekerja untuk rakyat," ujarnya, Senin (4/5/2026)
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Mardiono, yang secara langsung membuka kegiatan tersebut menjadi bentuk keseriusan partai dalam memperkuat konsolidasi hingga ke daerah. "Tidak hanya membuka kegiatan Muscab, beliau juga bersilaturahmi dengan masyarakat dan kalangan pesantren sebagai bagian dari komitmen PPP dalam membangun umat," tambah Ahmadan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Mardiono, dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Zakiyun Najah menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
"Pesantren harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi muda Islam yang unggul, tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga dalam menghadapi tantangan global," kata Mardiono.
Sebagai Utusan Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono juga menyoroti pentingnya sinergi antara pesantren dan program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengakui masih banyak pesantren di daerah yang membutuhkan perhatian, baik dari segi fasilitas maupun dukungan program.
"Kita masih menemukan pesantren dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Saya melihat langsung aula di Pondok Zakiyun Najah ini masih membutuhkan perbaikan. InsyaAllah, kami akan membantu renovasi agar lebih layak dan nyaman untuk kegiatan belajar para santri," ujarnya.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua Pembina Yayasan Zakiyun Najah, Dr. H. Maralutan Siregar. Ia mengaku terharu dan bangga atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah dan pimpinan partai terhadap pesantren yang dipimpinnya.
"Kehadiran Bapak Mardiono menjadi momen bersejarah bagi kami. Ini bukan hanya kunjungan biasa, tetapi bentuk kepedulian nyata terhadap pesantren dan santri," ungkapnya.
Maralutan menjelaskan bahwa mayoritas santri di pesantren tersebut berasal dari kalangan kurang mampu dan yatim piatu, sehingga pihak yayasan berupaya tidak membebani mereka dengan biaya pendidikan yang tinggi. "Santri kami sebagian besar dari keluarga tidak mampu. Karena itu, jika program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menyentuh pesantren kami, tentu akan sangat membantu dalam pemenuhan gizi para santri," tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PPP dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas peran sosial keagamaan di tengah masyarakat, khususnya melalui penguatan lembaga pendidikan berbasis pesantren di Sumatera Utara.
Utusan Presiden Ajak Umat Islam Siapkan Generasi Tangguh Hadapi Krisis Global
Ponpes Mawaridussalam Gelar Wakaf Gathering: Teguhkan Peran Wakaf untuk Membangun Masa Depan Umat
Kiai Ferry Saptadiputra : Lindungi Anak dengan Akhlak Karimah
Jelang Pilres, Petinggi NU dan Pimpinan Pondok Pesantren di Sumut Adakan Pertemuan, Ini yang Dibahas
Sungai Meluap, 30 Pondok Pesantren Purba Baru Hanyut, Santri Dievakusi ke Masjid