Aksi Buruh di Medan Sampaikan Delapan Tuntutan

Bardan - Selasa, 18 November 2025 20:30 WIB
Aksi Buruh di Medan Sampaikan Delapan Tuntutan
analisamedan.com/dok Massa gabungan serikat buruh menyampaikan orasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara dalam aksi menyuarakan delapan tuntutan ketenagakerjaan, Selasa (18/11/2025).
analisamedan.com - Aksi unjuk rasa gabungan pekerja dan buruh kembali digelar di Kota Medan pada Selasa (18/11/2025).

Sekitar 500 massa dari berbagai serikat pekerja berkumpul sejak pagi dan bergerak menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara serta Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagut. Aksi dipimpin oleh Gimin S.H. dengan Supranoto S.H., M.H. sebagai koordinator.

Sejak awal kegiatan, Satuan Intelkam Polrestabes Medan melakukan pemantauan, deteksi dini, dan koordinasi intensif dengan pimpinan serikat agar situasi tetap kondusif. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang rute aksi, baik secara terbuka maupun tertutup.

Sekitar pukul 10.55 WIB, massa tiba di Kantor Gubernur Sumut dan langsung menggelar orasi. Para perwakilan serikat, di antaranya Habibul Hasil (SBNI), Ahmad Rivai (RTMM), dan Antoni Pasaribu (SPTI), menyuarakan delapan tuntutan buruh terkait isu upah, PTKP, pengawasan ketenagakerjaan, jaminan sosial, serta stabilitas harga kebutuhan pokok. Pernyataan sikap dibacakan oleh Ahmad Rivai sebelum diserahkan kepada pemerintah.

Pihak pemerintah yang diwakili Kadisnaker Sumut menerima massa dan menyampaikan bahwa seluruh tuntutan akan diteruskan kepada Gubernur. Sejumlah perwakilan buruh—antara lain Ahmad Rivai, Gimin, OK Nasrun, Antoni Pasaribu, Indra, Habibul Hasan, dan Komintan—diundang masuk ke ruang konferensi pers. Gubernur Sumut tidak hadir karena tengah menerima kedatangan Jampidsus.

Usai istirahat siang, massa bergerak menuju Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagut. Di lokasi kedua, Wakil Kepala BPJS Sumbagut Arvino menerima perwakilan massa dan menandatangani surat pernyataan, serta menjelaskan bahwa tuntutan akan dibahas bersama pimpinan instansi.

Setelah pertemuan selesai, massa membubarkan diri sekitar pukul 13.17 WIB. Rencana menuju Kantor DPRD Sumut batal dilaksanakan. Seluruh rangkaian aksi berjalan aman dan tertib.

Personel Polrestabes Medan terus melakukan pengaturan arus lalu lintas, pemantauan rute, dan komunikasi dengan koordinator aksi untuk memastikan mobilisasi massa tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Meski situasi kondusif, potensi provokasi, dorongan pagar, kericuhan, hingga kemacetan tetap menjadi perhatian aparat.

Menurut catatan Intelkam, elemen buruh yang terlibat meliputi PD FSP RTMM SPSI Sumut, DPD SP LEM SPSI Sumut, DPC FSP KEP SPSI Medan, DPC FSP SPTI SPSI Medan, Depeda SBNI Medan, BPC SBMI Medan, DPW SPMI Sumut, dan DPP FSB Bupela.

Pimpinan Aksi Aliansi Gebrak, Gimin Esha, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polrestabes Medan. "Berkat profesionalisme Polrestabes Medan, aksi dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar," ujarnya.

Aksi ditutup pada pukul 13.30 WIB dengan situasi kota kembali normal. (Bardan)

Editor
: Bardan
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru