DPRD Medan Kritisi Izin RSIA Stella Maris
analisamedan.com - Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris Jalan Juanda tak miliki izin Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan gedung.
RSIA Stella Maris Jalan Juanda tak miliki izin SLF di ketahui dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, saat meninjau RS yang terletak di Jalan Juanda/Simpang Samahudi, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Senin (17/3/2025).
Selain izin SLF, Paul, mengkritisi persoalan izin rumah sakit hingga area parkir. "Seluruh perizinan pembangunan gedung RSIA Stella Maris agar di lengkapi, terutama area basemen parkir jangan sampai menimbulkan kemacetan," pinta Paul.
Lurah Jati, Andrew Budi Isnaini, membenarkan terjadi kepadatan parkir di wilayahnya. Perwakilan Dishub mengingatkan agar area parkir di persiapkan.
"Untuk Amdal Lalin, terutama area parkir jangan ada perubahan. Pembangunan gedung pertama telah menimbulkan dampak luar biasa. Jadi, area parkir gedung tahap kedua benar-benar di perhatikan, jangan sampai tumpah ke Jalan Juanda. Ini tidak boleh, karena akan menimbulkan preseden buruk," katanya.
Manager Operasional RSIA Stella Maris, Riaty Simbolon, mengatakan persoalan parkir telah di lakukan kerja sama dengan pihak pengelola Kompleks Multatuli. "Kami melakukan kerja sama dengan pihak Kompleks Multatuli untuk mengunakan area basemennya. Jadi, kami lakukan sistem antar jemput untuk setiap pasien," kata Riaty.
Riaty mengaku, selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. "Dalam proses pembangunan gedung tahap kedua ini, area parkir sudah sesuai kebutuhan. Soal parkir, selama ini selalu koordinasi dengan pihak kelurahan," katanya.
Seluruh perizinan, sebut Riaty, telah lengkap. "Izin seluruhnya lengkap, tapi SLF kami cek dahulu," kata Riaty.
Rektor Chrismis: Jadilah Lulusan Adaptif di Era AI, Jangan Berhenti pada Gelar Sarjana
IRT dan Lima Pria Diamankan dalam Penggerebekan Rumah Diduga Sarang Sabu
Sebulan Edarkan Ganja, Pria di Labuhan Deli Berakhir di Tangan Polisi
Polisi Sergap DJ di Kos, Diduga Jual Pod Getar Rp2,1 Juta
Polisi Bongkar Dugaan Jaringan Vape Narkoba Malaysia di Medan