Program Orangtua Asuh Hafiz Alquran Dapat Dukungan, Mahasiswa FAI UMA Terima Beasiswa
Demikian siaran pers
diterima dari Dekan FAI UMA, Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA kepada analisamedan.com, Sabtu (11/03/2023)
Dekan FAI UMA ini menjelaskan secara rinci bahwa mahasiswa FAI UMA mendapatkan orangtua asuh.
BACA JUGA :Sukses Gelar RKF, FISIP UMA Berkomitmen Unggul dalam Akademik dan Pengembangan Ilmu
"Dan alhamdulillah
kita di periode awal, orangtua mahasiswa diberikan beasiswa dari yayasan
sebanyak 2 orang, sedangkan yang lainnya mereka mendapatkan bantuan beasiswa
hafiznya dari orangtua asuh," ujarnya
Adapun mahasiswa FAI UMA yang hafiz Alquran
itu di
atas 10 juz ada sebanyak 8 orang, dan
1-5 juz ada 3 orang.
Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa penuh itu yakni pertama Nurdilla Nasution hafizoh Alquran 30 juz, dan kedua Zahrani hafizoh 20 juz Alquran.
BACA JUGA :Prof. Bagir Manan : Mahasiswa Penentu Masa Depan Jurnalisme Berkualitas
Kemudian Uswatun Hasanah hafizoh 20 juz Alquran, Faizah Nur Rizky hafizoh 15 juz Alquran dan Hamiyah Hafizoh 15 juz Alquran. "Nah itulah tadi dari akhwatnya atau mahasiswinya," jelasnya.
Sedangkan, lanjut Dr Hasrat dari mahasiswanya yang hafiz Alquran yaitu ada Faldo yaitu hafiz 10 juz Alquran, Febri Fauzi Adami hafiz Alquran sebanyak 13 juz, Feriansyah hafiz Alquran 15 juz, selanjutnya yang hafiz 1-5 juz itu adalah Ahmad Ibrahim kemudian Tommy Prandana dan Muhammad Fikri.
BACA JUGA :Evolusi Fotografi dalam Foto Jurnalistik di Era Media Digital
Sedangkan yang 5 juz ini baru 1 orang yang mendapatkan bantuan yaitu atas nama Tommy Prandana asal Labuhan Batu Utara, dan Ahmad Ibrahim masih biaya sendiri, tapi dia sudah dimasukkan bantuan dari orangtua asuh dari wali murid atau kelompok orangtua murid dari sekolah Yayasan Shafiyyatul Amaliyyah, dipimpin oleh ibu Asmahan Akbar, dimana mereka mengalokasikan 5 orang yang mereka bantu yaitu terdiri dari Ahmad Ibrahim, Nurdilla, Uswatun Hasanah, Febri Fauzi Adami, dan Feriansyah.
"Mereka mendapatkan Rp.200 ribu sebulan selama 6 bulan, maka setia semester mereka mendapatkan Rp.1.200.000. Di samping ini tadi bisa membantu mereka. Mereka ini sudah mendapatkan orangtua asuh masing-masing dari bapak Dr. Novri Opusunggu Aritonang, SH, MH, anggota DPR RI Dapil Kalimantan Selatan, Komisi 3 tetapi beliau adalah putra daerah Simalungun, beliau sangat peduli dengan beasiswa hafiz ini, dan beliau menjadi orangtua asuh," ungkap Dr Hasrat.
BACA JUGA :BBH UMA Melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Medan Krio Sunggal
Orangtua asuh kedua adalah Ustaz Hidayatullah, SE anggota DPR RI dari Dapil Sumatera
Utara 1, beliau berkenan menjadi satu
orang ayah asuh hafiz Alquran.
Selanjutnya orangtua asuh hafiz Alquran yaitu dari pengurus yayasan Bapak Drs. Abdul Muthalib Lubis, MAP. Kemudian dari pemborong Kampus UMA yaitu Bapak Agus Sukamto. Berikutnya dari pengusaha sawit yaitu Bapak H. Tukijan, beliau banyak mendirikan pabrik-pabrik sawit di Kalimantan. Selanjutnya juga bantuan dari anggota DPRD Sumatera Utara yaitu Bapak H. Yahdil Khoir Harahap, MBA, beliau berkenan menjadi orangtua satu hafiz dan berikutnya ada Bapak H. Suyanto, SE, beliau ini adalah seorang hamba Allah seorang muhsisin yang juga ikut berpartisipasi menjadi orangtua asuh.
Berikutnya, donatur lainnya adalah Dr. Ir. Suswati,MP yang merupakan Wakil Rektor BIdang Pengembangan SDM dan Administrasi Keuangan UMA, dan Dr. Effiati Juliana Hasibuan M.Si yang juga Dekan FISIP UMA.
"Insha Allah program ke depan orangtua asuh hafiz ini akan terus dikembangkan dan sebangai pimpinan Fakultas Agama Islam kita menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih dengan program positif ini, dan juga kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya," ujar Dr. Hasrat yang akan memberikan laporan tentang perkembangan studi anak-anak hafiz Alquran.
Rumah Hafiz Alquran
Sebagai Dekan Fakultas Agama Islam, kata Dr. Hasrat tentunya program ini ada 2 hal yang dilihat, pertama banyak sekarang tumbuh rumah-rumah hafiz Alquran, ini tentunya mereka ada yang dari kampung terbatas ekonomi, mereka ini hafiz hafizoh ada yang 10, 20, 30 juz punya kemampuan hafalan yang luar biasa, namun tidak boleh mengajar secara formal karena tidak memiliki ijazah atau kompetensi dalam mengajar.
Padahal mereka punya ilmu, punya hafalan
yang bagus yang sangat bermanfaat bagi anak-anak lokal, ada guru juga yang mana
mnegajar namun dia tidak hafiz sehingga dia tidak bisa mendorong anak-anak tadi sehingga program
hafiz tadi yang kebanyakan sebagai ekstrakulikulernya dan sebagainya.
Tentunya kalau mereka ini kuliah seperti
ini, mereka tidak hanya hafiz hafizo Alquran
saja, tapi juga mempunya skill dan
kemampuan, serta kemampuan
mengajar, teknik mengajar dan juga teknik komunikasi yang baik. kemudian dengan
mereka mempunyai ijazah itu secara legal, secara formal, maka mereka juga akan
bisa mengisi berbagai posisis di pemerintahan
atau juga bisa sebagai cikal bakal PNS
atau guru.
"Sehingga mereka tidak hanya pulang ke kampung tetapi mereka mungkin bertani,
mengajar ngaji yang nonformal, tapi mereka juga berhak punya
kemampuan mengisi jabatan-jabatan di pemerintahan," ungkap Dr. Hasrat.
Karena itu, pada tahun ajaran depan 2023-2024 kita
berharap para hafiz Alquran, para hafizo bisa
bergabung, mereka akan diberikan kesempatan untuk juga diberikan kesempatan
untuk beasiswa dari yayasan kemudian juga beasiswa dari orangtua asuh.
Dekan FAI UMA juga berharap para muslimin dan muhminin
bila ada rezeki dapat bergabung menjadi orangtua asuh.
Disamping juga kita berusaha agar nanti partisipasi BUMN, BUMD dll yang nanti
kita akan sampaikan secara transparan dan terbuka sehingga nanti banyaknya
hafiz hafizo ini bisa mengisi kuliah
mereka di
tengah keterbatasan
ekonomi, yang dari kampung atau dari berbagai tempat
lain yang memilik harapan bisa menikamati
bagaimana indahnya bisa menjadi mahasiswa dibangku perkuliahan.
UMA Ramaikan Car Free Day Lapangan Merdeka Medan, Tawarkan Beasiswa 100 Persen dan Kampus Unggul
BSN Bantu Bea Siswa bagi Mahasiwa UIN Sumut Terdampak Bencana
Tim Peneliti FAI UMA FGD di Penyabungan Julu Madina
Dosen FAI UMA Ikuti Konferensi Internasional ICCD-11 2025 di Vietnam
Sebanyak 2000 pelari Dalam dan Luar Negeri ikuti Run Mu di Kampus UMSU