Program Orangtua Asuh Hafiz Alquran Dapat Dukungan, Mahasiswa FAI UMA Terima Beasiswa

Ilham Ridwan - Sabtu, 11 Maret 2023 21:47 WIB
Program Orangtua Asuh Hafiz Alquran Dapat Dukungan, Mahasiswa FAI UMA Terima Beasiswa
analisamedan.com/ist
Dekan FAI UMA, Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA (tengah) berfoto bersama dengan para mahasiswa penerima beasiswa program orangtua asuh Hafiz Alquran di Gedung FAI UMA
analisamedan.comFakultas Agama Islam Universitas Medan Area (FAI UMA) mendapat dukungan dalam program orangtua asuh hafiz Alquran.UMA memberikan kesempatan, diperiode awal tahun ajaran 2022-2023 bagi mahasiswa yang hafiz Alquran 10 juz ke atas, mereka diberikan beasiswa hafiz Aquran sebanyak 50% dari yayasan.

Demikian siaran pers diterima dari Dekan FAI UMA, Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA kepada analisamedan.com, Sabtu (11/03/2023)

Dekan FAI UMA ini menjelaskan secara rinci bahwa mahasiswa FAI UMA mendapatkan orangtua asuh.

BACA JUGA :Sukses Gelar RKF, FISIP UMA Berkomitmen Unggul dalam Akademik dan Pengembangan Ilmu

"Dan alhamdulillah kita di periode awal, orangtua mahasiswa diberikan beasiswa dari yayasan sebanyak 2 orang, sedangkan yang lainnya mereka mendapatkan bantuan beasiswa hafiznya dari orangtua asuh," ujarnya

Adapun mahasiswa FAI UMA yang hafiz Alquran itu di atas 10 juz ada sebanyak 8 orang, dan 1-5 juz ada 3 orang.

Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa penuh itu yakni pertama Nurdilla Nasution hafizoh Alquran 30 juz, dan kedua Zahrani hafizoh 20 juz Alquran.

BACA JUGA :Prof. Bagir Manan : Mahasiswa Penentu Masa Depan Jurnalisme Berkualitas

Kemudian Uswatun Hasanah hafizoh 20 juz Alquran, Faizah Nur Rizky hafizoh 15 juz Alquran dan Hamiyah Hafizoh 15 juz Alquran. "Nah itulah tadi dari akhwatnya atau mahasiswinya," jelasnya.

Sedangkan, lanjut Dr Hasrat dari mahasiswanya yang hafiz Alquran yaitu ada Faldo yaitu hafiz 10 juz Alquran, Febri Fauzi Adami hafiz Alquran sebanyak 13 juz, Feriansyah hafiz Alquran 15 juz, selanjutnya yang hafiz 1-5 juz itu adalah Ahmad Ibrahim kemudian Tommy Prandana dan Muhammad Fikri.

BACA JUGA :Evolusi Fotografi dalam Foto Jurnalistik di Era Media Digital

Sedangkan yang 5 juz ini baru 1 orang yang mendapatkan bantuan yaitu atas nama Tommy Prandana asal Labuhan Batu Utara, dan Ahmad Ibrahim masih biaya sendiri, tapi dia sudah dimasukkan bantuan dari orangtua asuh dari wali murid atau kelompok orangtua murid dari sekolah Yayasan Shafiyyatul Amaliyyah, dipimpin oleh ibu Asmahan Akbar, dimana mereka mengalokasikan 5 orang yang mereka bantu yaitu terdiri dari Ahmad Ibrahim, Nurdilla, Uswatun Hasanah, Febri Fauzi Adami, dan Feriansyah.

"Mereka mendapatkan Rp.200 ribu sebulan selama 6 bulan, maka setia semester mereka mendapatkan Rp.1.200.000. Di samping ini tadi bisa membantu mereka. Mereka ini sudah mendapatkan orangtua asuh masing-masing dari bapak Dr. Novri Opusunggu Aritonang, SH, MH, anggota DPR RI Dapil Kalimantan Selatan, Komisi 3 tetapi beliau adalah putra daerah Simalungun, beliau sangat peduli dengan beasiswa hafiz ini, dan beliau menjadi orangtua asuh," ungkap Dr Hasrat.

BACA JUGA :BBH UMA Melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Medan Krio Sunggal

Orangtua asuh kedua adalah Ustaz Hidayatullah, SE anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Utara 1, beliau berkenan menjadi satu orang ayah asuh hafiz Alquran.

Selanjutnya orangtua asuh hafiz Alquran yaitu dari pengurus yayasan Bapak Drs. Abdul Muthalib Lubis, MAP. Kemudian dari pemborong Kampus UMA yaitu Bapak Agus Sukamto. Berikutnya dari pengusaha sawit yaitu Bapak H. Tukijan, beliau banyak mendirikan pabrik-pabrik sawit di Kalimantan. Selanjutnya juga bantuan dari anggota DPRD Sumatera Utara yaitu Bapak H. Yahdil Khoir Harahap, MBA, beliau berkenan menjadi orangtua satu hafiz dan berikutnya ada Bapak H. Suyanto, SE, beliau ini adalah seorang hamba Allah seorang muhsisin yang juga ikut berpartisipasi menjadi orangtua asuh.

Berikutnya, donatur lainnya adalah Dr. Ir. Suswati,MP yang merupakan Wakil Rektor BIdang Pengembangan SDM dan Administrasi Keuangan UMA, dan Dr. Effiati Juliana Hasibuan M.Si yang juga Dekan FISIP UMA.

"Insha Allah program ke depan orangtua asuh hafiz ini akan terus dikembangkan dan sebangai pimpinan Fakultas Agama Islam kita menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih dengan program positif ini, dan juga kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya," ujar Dr. Hasrat yang akan memberikan laporan tentang perkembangan studi anak-anak hafiz Alquran.

Rumah Hafiz Alquran

Sebagai Dekan Fakultas Agama Islam, kata Dr. Hasrat tentunya program ini ada 2 hal yang dilihat, pertama banyak sekarang tumbuh rumah-rumah hafiz Alquran, ini tentunya mereka ada yang dari kampung terbatas ekonomi, mereka ini hafiz hafizoh ada yang 10, 20, 30 juz punya kemampuan hafalan yang luar biasa, namun tidak boleh mengajar secara formal karena tidak memiliki ijazah atau kompetensi dalam mengajar.

Padahal mereka punya ilmu, punya hafalan yang bagus yang sangat bermanfaat bagi anak-anak lokal, ada guru juga yang mana mnegajar namun dia tidak hafiz sehingga dia tidak bisa mendorong anak-anak tadi sehingga program hafiz tadi yang kebanyakan sebagai ekstrakulikulernya dan sebagainya.

Tentunya kalau mereka ini kuliah seperti ini, mereka tidak hanya hafiz hafizo Alquran saja, tapi juga mempunya skill dan kemampuan, serta kemampuan mengajar, teknik mengajar dan juga teknik komunikasi yang baik. kemudian dengan mereka mempunyai ijazah itu secara legal, secara formal, maka mereka juga akan bisa mengisi berbagai posisis di pemerintahan atau juga bisa sebagai cikal bakal PNS atau guru.

"Sehingga mereka tidak hanya pulang ke kampung tetapi mereka mungkin bertani, mengajar ngaji yang nonformal, tapi mereka juga berhak punya kemampuan mengisi jabatan-jabatan di pemerintahan," ungkap Dr. Hasrat.

Karena itu, pada tahun ajaran depan 2023-2024 kita berharap para hafiz Alquran, para hafizo bisa bergabung, mereka akan diberikan kesempatan untuk juga diberikan kesempatan untuk beasiswa dari yayasan kemudian juga beasiswa dari orangtua asuh.

Dekan FAI UMA juga berharap para muslimin dan muhminin bila ada rezeki dapat bergabung menjadi orangtua asuh. Disamping juga kita berusaha agar nanti partisipasi BUMN, BUMD dll yang nanti kita akan sampaikan secara transparan dan terbuka sehingga nanti banyaknya hafiz hafizo ini bisa mengisi kuliah mereka di tengah keterbatasan ekonomi, yang dari kampung atau dari berbagai tempat lain yang memilik harapan bisa menikamati bagaimana indahnya bisa menjadi mahasiswa dibangku perkuliahan.

Editor
: Taufik Wal Hidayat
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru