Sambut Jemaah Kloter 10, Zulkifli Sitorus Ingatkan Empat Hal Penting Bagi Jemaah Haji
analisamedan.com - Ketua PPIH Embarkasi Medan, Dr. H Zulkifli Sitorus menyampaikan empat hal sangat penting yang melekat dalam diri setiap Jemaah calon Dhuyufurrahman ketika menunaikan ibadah haji, bahkan kalau boleh dimisalkan laksana nyawa yang melekat dalam diri kita yang masih hidup di dunia ini.
Sebetulnya hal ini mengutip pendapat dari senior, Bapak Dr Torang Rambe yang sudah puluhan tahun menjadi panitia haji, dan tahun ini adalah Sekretaris PPIH Embarkasi Medan yang mengistilahkan empat nyawa yang dimiliki Jemaah calon haji agar dapat menunaikan Rukun Islam kelimanya dengan baik, lancar dan tanpa hambatan berarti.
Demikian disampaikan Zulkifli Sitorus Ketika menyambut kedatangan Jemaah calon haji Kloter 10 di Aula Penerimaan Jabal Nur Asrama Haji Medan, Sabtu (2/5/2026).
Jemaah calon haji Kloter 10 berjumlah 360 orang termasuk petugas yang berasal dari Kabupaten Deliserdang 208 jemaah, Kabupaten Labuhanbatu Selatan 136 jemaah, Labuhanbatu 11, dijadwalkan akan bertolak ke Tanah Suci melalui Bandara KNIA, Minggu (3/5/2026) pukul 02.05 WIB.
Dijelaskan Sitorus, prihal keempat nyawa yang dimiliki jemaah haji itu adalah yang pertama adalah nyawa yang pasti melekat dalam diri Jemaah dan kita semua, dan untuk yang satu ini hanya Allah yang berkuasa mencabut nyawa manusia sesuai dengan kehendakNya.
Lalu nyawa yang dimaksudkan selanjutnya adalah passport sebagai KTP internasional untuk memasuki atau keluar dari perbatasan negara. Maka dari itu jemaah harus menjaga dengan baik pasportnya, sebab kalua sampai hilang maka mustahil dia bisa masuk ke Arab Saudi untuk menunaikan haji.
Adapun nyawa yang ketiga adalah kartu nusuk yang akan diterima Jemaah di ruangan Jabal Nur ini. Pentingnya kartu nusuk ini merupakan identitas digital resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang wajib dibawa jemaah haji untuk akses layanan di Makkah, Madinah, dan Armina. Kartu ini berisi barcode untuk verifikasi data, foto, dan lokasi penginapan. Wajib dikenakan untuk mengakses Masjidil Haram dan puncak ibadah haji Arafah, Muzdalihah dan Mina.
"Itu makanya diidentikan sebagai nyawa bagi jemaah, karena menjadi syarat wajib untuk masuk ke tempat-tempat suci dan puncak haji wukuf di Arafah. Jangan sampai hilang dan harus selalu tergantung di leher kecuali Ketika mandi," pesan Kakanwil Kemenhaj seraya mengingatkan harus dijaga sebaik mungkin serta jangan dishare di medsos.
Kemudian nyawa yang keempat adalah uang. Pun begitu Zulkifli menyampaikan bahwa kalaupun sekiranya Jemaah dari rumah tidak membawa uang, maka pemerintah akan memberikannya dalam bentuk livingcost senilai 750 Real, sehingga jemaah dapat memenuhi kebutuhannya selama menunaikan ibadah haji.
Mengakhiri sambutannya Zulkifli Sitorus yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara ini berharap kepada Jemaah untuk disiplin dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah, jaga Kesehatan dan lebih mengutamakan melaksanakan ibadah yang wajib dalam berhaji.
"Semoga Allah selalu memberikan perlindungan kepada Jemaah dan Kembali ke tanah air sehat walafiat nantinya dengan predikat haji yang mabrur," kata Zulkifli. (suhayri)
Ketua PPIH Bersyukur Kartu Nusuk Diterima Jemaah di Embarkasi
Ketua PPIH Embarkasi Medan Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan
Zulkifli Sitorus: Jemaah Haji Harus Disiplin dan Kompak
Berangkatkan Kloter 7 Embarkasi Medan, Kakanwil Kemenhaj Sumut Ingatkan Jemaah Bawa Nama Indonesia
Bupati Batubara dan Kakanwil Kemenhaj Berangkatkan Jemaah Kloter 4