Banyak Jalan Rusak dan Berlobang Bukti Walikota Tanjungbalai Gagal
analisamedan.com - Tidak sedikit badan jalan yang ada di Kota Tanjungbalai dalam kondisi rusak dan berlobang, sehingga menuai komentar dari masyarakat bahwa Wali Kota Tanjungbalai H.Wris Tholib dinilai gagal dalam memimpin daerah setempat.
"Banyaknya badan jalan yang berlobang membuktikan Wali Kota H.Waris Tholib gagal mewujudkan pembangunan infrastruktur dalam pemenuhan fasilitas umum," ujar Pemiba Victim-61 Tanjungbalai, Edi Hasibuan, Jum'at (9/8).
Edi yang akrab disapa Bang Ulan Raja melanjutkan, jalan merupakan bagian dari prasarana transportasi darat yang diperuntukkan bagi lalu lintas yang wajib disediakan oleh pemerintah pusat hingga daerah.
Akan tetapi, kata Edi, saat ini sejumlah infrastruktur jalan seperti Jalan MT.Haryono dan sebagian Jalan AMD di Kelurahan Selat Lancang dalam kondisi rusak berat dipenuhi lobang yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Demikian juga Jalan Anwar Idris (Sungai dua) dan Jalan Haji Adlin, hampir keseluruhan badan tersebut dalam kondisi rusak dengan lobang yang menganga yang siap menelan korban.
"Ironis, kerusakan sejumlah Jalan berstatus Jalan Kota yang sudah terjadi sejak tahun 2020 lalu, sampai saat ini tak kunjung diperbaiki. Itu (jalan rusak) membuktikan bahwa Waris Tholib tidak mampu memimpin Tanjungbalai," kata Edi Hasibuan.
Edi melanjutkan, tidak hanya banyaknya jalan rusak, bukti lain ketidak mampua Waris Tholib adalah menurunnya akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR Tengku Mansyur dari C menjadi D akibat buruk dan amburadulnya pelayanan kesehatan dirumah sakit tersebut.
Lain lagi buruknya sistim pengelolaan sampah dan menjamurnya pedagang kaki lima menggunakan pinggir hingga trotoar jalan yang menimbulkan kesan kumuh, dan membuat malu warga Tanjungbalai terhadap komentar-komentar miring orang luar daerah yang datang berkunjung.
"Sejak dipimpin Waris, wajah kota semakin kumuh seperti yak terurus. Dimana-mana terlihat tumpukan sampah dan beraroma busuk. Tidak adalah yang bisa dibanggakan, seandainya diberikan raport, Waris Tholib parut mendapat raport merah dan tidak pantas untuk dua periode," kata Edi Hasibuan.
Edi menambahkan, jika ada pihak yang mengklaim Waris berhasil karena meraih sejumlah penghargaan seperti piagam dari Kepala BKKBN kategori Penurunan Prevalensi Stunting, Predikat Kota Peduli HAM, Penghargaan Badan Pelayanan Publik Informatif dari Komisi Informasi Sumut, dan terakhir Tanjungbalai meraih predikat WTP tentang realisasi APBD 2023, itu semua tidak menyentuh kepada rakyat.
"Piagam-piagam itu tidak berarti jika fasilitas umum dan pelayanan publik tidak terpenuhi. Penghargaan tersebut sifatnya terbatas, sama sekali tidak menyentuh masyarakat secara langsung, saya nilai itu bukan tolak ukur keberhasilan Waris sebagai Wali Kota," kata Edi mengakhiri. (WIKA)
DPRD Medan Apreasi Langkah Cepat Walikota Benahi Jalan Rusak
Massa "Waris" Desak Kapolres Tangkap Istri Walikota Tanjungbalai
Sakit Dipanggil Penyidik, Ketua PKK Sehat Dampingi Walikota Tanjungbalai Kunker ke Yogyakarta
Soal Gaji Pegawai Non ASN, Walikota dan BPKPAD Tanjungbalai Bertolak Belakang
Pjs Walikota Tanjungbalai : Kondusivitas Pilkada Tanggungjawab Bersama