CLS dan MUI Medan Teken MoU , Dorong Program Nyata Pelestarian Lingkungan
Ia menambahkan, persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan teknis semata, tetapi perlu menyentuh dimensi moral dan spiritual masyarakat. "Pendekatan ecoteologi menjadi penting karena mengaitkan nilai keagamaan dengan tanggung jawab menjaga alam. Dalam perspektif agama, membuang sampah sembarangan dan merusak lingkungan adalah perbuatan tidak terpuji, bahkan bisa bernilai dosa. Karena itu, kami ingin menghadirkan program edukasi yang membangun kesadaran dari dalam diri masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag., menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai bahwa sinergi antara lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat merupakan langkah tepat dalam menjawab persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
"Pendekatan ecoteologi sejalan dengan peran ulama dalam membimbing umat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam menjaga kehidupan sosial dan lingkungan. MoU ini menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan dakwah yang lebih kontekstual dan solutif," ujarnya.