Empat Saksi Diperiksa, Barang Bukti Disita, Preman Pengancam dan Penganiaya Hamba Tuhan Tak Kunjung Ditangkap

Frans Zul Sianturi - Selasa, 13 Juni 2023 20:23 WIB
Empat Saksi Diperiksa, Barang Bukti Disita, Preman Pengancam dan Penganiaya Hamba Tuhan Tak Kunjung Ditangkap
istimewa
Wakil Direktur LBH Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) Sumatra Utara, Arlius Zebua, S.H, M.H bersama Agus Buulolo mendampingi anak-anak panti dari Yayasan Naungan Kasih Kemuliaan (YNKK) Medan. Hamba Tuhan dari Yayasan ini diancam dan dianiaya oleh preman.
analisamedan.com -Wakil Direktur LBH Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) Sumatra Utara, Arlius Zebua, S.H, M.H bersama Agus Buulolo, S.H, M.H menyesalkan penanganan perkara pidana pengancaman dan penganiayaan yang diduga dilakukan "preman" terhadap pembina Yayasan Naungan Kasih Kemuliaan (YNKK) Medan yang sudah dilaporkan pada 21 Mei 2023 di Polsek Sunggal Medan.

"Ada empat orang saksi sudah diperiksa, barang bukti parang juga sudah disita oleh penyidik Polsek Sunggal, namun sampai sekarang oknum diduga "preman" itu tidak kunjung ditangkap dan masih bebas berkeliaran, ada apa ini," kata Zebua.

Empat orang saksi seperti diuraikan Zebua berupa anak-anak panti dan sampai saat ini masih trauma sudah diperiksa oleh penyidik, barang bukti parang milik oknum "preman" yang digunakan untuk menyerang juga sudah disita.

"Sekali lagi kami sangat menyesalkan tindakan penyidik kepolisian Polsek Sunggal yang tidak kunjung menangkap pelaku, apa harus terjadi dulu baru ada tindakan, padahal dua alat bukti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 telah terpenuhi,bahkan bukti bukti video penyerangan yang dilakukan diduga preman tersebut sudah kami serahkan," tambah Zebua.

Sementara itu, Pendeta atau Hamba Tuhan dari YNKK, Tuloasa Ndruru mengaku sangat sedih dengan perlakuan hukum yang dialaminya. Kepada AnalisaMedan.com, dirinya mengaku sudah dicekik oleh diduga preman bernama Filizaro Lase dan parang milik Filizaro Lase juga digunakan pelaku untuk menyerang dirinya.

"Saya tidak tahu lagi kemana lagi mengadu, saya korban penyerangan dan penganiayaan. Lalu, anak anak panti yang saya urus dan rawat karena tidak memiliki keluarga telah menjadi trauma oleh perlakuan buruk Filizaro Lase," kata Tuloasa sambil menyeka air matanya.

Ia berharap, diduga preman bernama Filizaro Lase segera ditangkap. Pasalnya, ia dan seluruh anak-anak yatim ketakutan keluar dari Yayasan dan takut beraktivitas.

Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban, berikut isi konfirmasinya, Selamat malam Bapak Kapolsek
Saya Frans Sianturi, S.H dari AnalisaMedan.com.Pak mohon ijin konfirmasi, ada korban pidana pengancaman dan penganiayaan yang dialami oleh Pendeta di Yayasan Naungan Kasih Kemuliaan dan diduga dilakukan oknum preman.

Laporan polisinya pada 21 Mei 2023, saksi sebanyak 4 orang sudah diperiksa dan barang bukti berupa video dan parang juga sudah disita oleh anggota bapak penyidik atas nama, Fernando, namun kenapa sampai sekarang belum juga ditangkap oknum preman ini bapak?

Terimakasih pak
Mohon konfirmasinya.

Editor
: Frans Zul Sianturi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru