Hadapi Tantangan Era Digital, KAHMI Sumut Bekali Pelajar dengan Nilai Pancasila
Gustan Pasaribu - Rabu, 16 September 2026 12:53 WIB
dokumenanalisamedan.com
Penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar untuk Indonesia Emas 2045 yang digelar Bidang Ideologi, Demokrasi dan Pembangunan Strategis (IDPS) Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara di SMK PAB 2 Helvetia, Jalan Veteran Pasar IV Helvetia, Selasa (15/9/2026).
analisamedan.com -Generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan penguasaan teknologi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Karakter, integritas, serta pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan juga dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan sosial yang semakin cepat.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar untuk Indonesia Emas 2045 yang digelar Bidang Ideologi, Demokrasi dan Pembangunan Strategis (IDPS) Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara di SMK PAB 2 Helvetia, Jalan Veteran Pasar IV Helvetia, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para pelajar dan dihadiri sejumlah unsur organisasi serta pemerintahan setempat. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Deli Serdang, kemudian dilanjutkan dengan doa.
Rangkaian kegiatan berikutnya diisi sambutan Kepala SMK PAB 2 Helvetia dan sambutan yang mewakili Camat Labuhan Deli. Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Demokrat, Ir. Hj. Anita Lubis, S.T., M.IP., juga memberikan sambutan sekaligus menekankan pentingnya penanaman nilai kebangsaan sejak usia sekolah.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat agar perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial tidak menghilangkan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Materi utama disampaikan Borkat Hasibuan, S.Ag., MSP., dengan Syahrial Effendi, S.Sos., sebagai moderator. Sementara doa disampaikan Dr. Junianto Sitorus, M.A.
Dalam pemaparan materi, Pancasila diperkenalkan tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai nilai yang dapat menjadi pedoman pelajar dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut mencakup penghargaan terhadap keberagaman, menjaga persatuan, membangun toleransi dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
Perkembangan teknologi informasi juga menjadi salah satu tantangan yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Pelajar sebagai kelompok yang sangat dekat dengan media digital dinilai perlu memiliki kemampuan menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten yang dapat memicu perpecahan.
Wawasan kebangsaan, dengan demikian, tidak hanya berkaitan dengan pemahaman sejarah dan simbol-simbol negara, tetapi juga bagaimana generasi muda bersikap dalam menghadapi perbedaan dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Camat Labuhan Deli dan sejumlah pengurus bidang organisasi MW KAHMI Sumatera Utara. Dari Bidang IDPS hadir antara lain Dr. Jamiludian Marpaung, Dra. Hasriany Daulay, dan Masmedia Gultom, S.E.
Ketua panitia, Elvi Maalli, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman pelajar terhadap ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mempunyai integritas, kepedulian sosial dan komitmen terhadap persatuan bangsa.
"Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas dan kompetitif, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjaga persatuan Indonesia," ungkap Elvi.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar untuk Indonesia Emas 2045 yang digelar Bidang Ideologi, Demokrasi dan Pembangunan Strategis (IDPS) Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara di SMK PAB 2 Helvetia, Jalan Veteran Pasar IV Helvetia, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para pelajar dan dihadiri sejumlah unsur organisasi serta pemerintahan setempat. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Deli Serdang, kemudian dilanjutkan dengan doa.
Rangkaian kegiatan berikutnya diisi sambutan Kepala SMK PAB 2 Helvetia dan sambutan yang mewakili Camat Labuhan Deli. Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Demokrat, Ir. Hj. Anita Lubis, S.T., M.IP., juga memberikan sambutan sekaligus menekankan pentingnya penanaman nilai kebangsaan sejak usia sekolah.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat agar perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial tidak menghilangkan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Materi utama disampaikan Borkat Hasibuan, S.Ag., MSP., dengan Syahrial Effendi, S.Sos., sebagai moderator. Sementara doa disampaikan Dr. Junianto Sitorus, M.A.
Dalam pemaparan materi, Pancasila diperkenalkan tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai nilai yang dapat menjadi pedoman pelajar dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut mencakup penghargaan terhadap keberagaman, menjaga persatuan, membangun toleransi dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
Perkembangan teknologi informasi juga menjadi salah satu tantangan yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Pelajar sebagai kelompok yang sangat dekat dengan media digital dinilai perlu memiliki kemampuan menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten yang dapat memicu perpecahan.
Wawasan kebangsaan, dengan demikian, tidak hanya berkaitan dengan pemahaman sejarah dan simbol-simbol negara, tetapi juga bagaimana generasi muda bersikap dalam menghadapi perbedaan dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Camat Labuhan Deli dan sejumlah pengurus bidang organisasi MW KAHMI Sumatera Utara. Dari Bidang IDPS hadir antara lain Dr. Jamiludian Marpaung, Dra. Hasriany Daulay, dan Masmedia Gultom, S.E.
Ketua panitia, Elvi Maalli, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman pelajar terhadap ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mempunyai integritas, kepedulian sosial dan komitmen terhadap persatuan bangsa.
"Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas dan kompetitif, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjaga persatuan Indonesia," ungkap Elvi.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital
Mengungkap Rahasia di Balik Klik “Saya Setuju”:
Hukum Bisnis Islam: Kompas Etis di Era Digital
Akademisi UMSU Soroti Gaya Komunikasi Menkeu dan Tantangan Komunikasi Massa Digital Pemerintahan
Kapolrestabes Medan Ajak Personel Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045
Buku “Ketika Hukum Turun ke Pasar”: Seruan Etika dan Keadilan bagi Konsumen di Era Digital
Komentar