Jelang Musda MUI Sumut : Dr. Hatta Dorong MUI Sumut Jadi Penjaga Harmoni dan Mitra Moral Pemerintah

Gustan Pasaribu - Kamis, 04 Desember 2025 00:13 WIB
Jelang  Musda MUI Sumut : Dr. Hatta Dorong MUI Sumut Jadi Penjaga Harmoni dan Mitra Moral Pemerintah
analisamedan.com/gustanpasaribu
Tokoh Agama Dr.Moh.Hatta saat bersama Gubsu Muhammad Bobby Nasution dalam sebuah rapat dengan tokoh agama di Rumah Dinas Gubsu baru baru ini.

analisamedan.com - Menjelang Musyawarah Daerah MUI Sumut, Tokoh Agama Prof Dr. Moh. Hatta menyerukan penguatan peran ulama sebagai penjaga moral, perekat kerukunan, dan pengawas kebijakan publik di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

" Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara juga harus menjadi rumah besar bagi semua umat Islam, tanpa memandang organisasi, mazhab, dan latar belakang keagamaan. Ungkap Prof Dr Moh Hatta yang juga Ketua Baznas Sumut, Rabu (3/12/2025)

Menurutnya, ulama memegang peran strategis dalam pembangunan daerah baik pada aspek moral, sosial, maupun kebijakan publik. Ulama, bukan hanya pemberi fatwa, tetapi juga penjaga akhlak masyarakat dan mitra kritis pemerintah agar pembangunan tetap berada pada koridor kemaslahatan dan keadilan sosial.

"Ulama sangat dibutuhkan dalam menjaga harmoni di Sumut yang kaya keberagaman agama dan budaya. Ulama harus memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kepekaan mencegah potensi konflik sosial. Tantangan pun kian besar di era digital yang sarat disinformasi dan polarisasi. Karena itu, ulama dituntut hadir membawa keteduhan dan menyampaikan informasi yang terverifikasi."ujarnya

Prof. Hatta menegaskan pentingnya MUI menjaga independensi, tidak terseret politik praktis, namun tetap menjadi mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan. Ketika kebijakan berpihak pada kemaslahatan, MUI harus mendukung; tetapi ketika menyimpang dari prinsip keadilan, ulama harus memberi nasihat dalam semangat amar ma'ruf nahi munkar.

" Mendorong MUI memperkuat dialog lintas agama untuk menjaga kerukunan masyarakat Sumut yang dikenal terbuka dan mudah diajak berdialog, ulama perlu terlibat dalam penyelesaian konflik sosial di lapangan, bukan hanya menyampaikan fatwa dari mimbar."tuturnya

Dalam bidang ekonomi, Prof. Hatta menggagas kolaborasi antara ulama, akademisi, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut diyakini dapat mempercepat pemberdayaan ekonomi umat, mendorong literasi keuangan syariah, dan membangun etika bisnis di tingkat masyarakat.

Mengenai regenerasi, ia menilai pentingnya pembinaan ulama muda yang melek digital dan memahami dinamika sosial kontemporer. Ia berharap MUI Sumut menjadi pusat pengembangan ilmu keislaman yang progresif dan inklusif serta melahirkan ulama adaptif dan moderat.

"Kita ingin MUI menjadi tempat pulang bagi umat, sekaligus benteng moral yang menjaga Sumatera Utara tetap kondusif, maju, dan bermartabat," pungkas mantan Ketua MUI Kota Medan tersebut.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru