KB PADS Kumpulkan Koin Donasi Ganti Kerugian RSUD Tengku Mansyur
"Jadi apa gunanya Bapak kesini, jika tidak dapat memberi penjelasan kepada kami. Bukan hanya satu atau dua orang masyarakat yang telah menjadi korban kebobrokan RSUD ini, tapi kami hampir rata-rata telah merasakan buruknya layanan Rumah Sakit dibawah pimpinan dr. Tengku Mayang, copot Dirut RSUD sekarang juga, itu solusinya," ujar aktivis.
Untuk diketahui, sekira pukul 20.15 Sabtu (17/02/24) seorang pasien bayi berumur 5 bulan, meninggal dunia diduga akibat lambannya penanganan medis di RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai. Saat menghembuskan nafas terakhirnya, sejumlah peralatan medis masih terpasang ditubuh sang bayi. Namun tak satupun petugas medis yang bersedia membukanya, akhirnya ibu sang bayi yang melepaskannya sendiri.
Saat hendak membawa jenazah pulang ke rumah, pihak RSUD mengaku tidak ada ambulance saat itu, padahal dari video yang viral diberbagai medsos unggahan ibu bayi, terlihat satu unit ambulance sedang terparkir di depan ruang IGD Rumah Sakit. Akhirnya, jenazah bayi malang itupun dibawa pulang dengan menggunakan betor.
Jumat (23/02/24) Luminar Siahaan salah seorang tenaga kesehatan RSUD Tengku Mansyur mewakili pihak RS membuat laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pengrusakan regulator oksigen yang telah dilakukan ibu sang bayi. Laporan tersebut tertuang dengan No LP : LP/B 35/II/2024/SPKT/Polres Tanjungbalai/POLDA Sumut. (ds)