Leher Santri di Tapsel Disayat Pakai Cutter Hanya Gara-Gara Uang Rp.10 Ribu
analisamedan.com -Wahyu Siregar salah seorang santri Pondok Pesantren di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan mengalami penganiayaan dan tindakan sadis dari kakak kelasnya, Senin (01/04/2024).
Dimana kakak kelasnya yang berinisial MH bersama rekan-rekannya mengeroyok dan menggorok leher korban dengan pisau hingga darah mengucur.
Dan hal ini diketahui publik dari postingan facebook(FB) keluarga korban atas nama Al-Mahyaruddin Syahri.
Dalam video yang ia posting, kronologi kejadian tersebut terjadi pada Senin (26/02) lalu.
Sedangkan penjelasan korban dalam video yang diposting tersebut terlihat korban menjelaskan kronologi menggunakan tulisan tangan dikarenakan tidak mampu bersuara lagi akibat syatan dileher.
Berikut Kronologi Dan Keterangan Korban
"Masalahnya dituduh dia aku mengambil duit 10.000. Pas aku ke Musholla ditunjangnya aku. Dikeroyoknya aku dimusholla dibelakang pondok bernama si Martua Hrp" tulis korban.
Tidak sampai disitu pelaku juga memukul kepala korban.
"Pas aku mau masuk ke mushola ditunjangnya simartualah aku bang ditoko-tokonya kepalaku" kata korban.
Sedangkan aksi penyatan leher santri ini terjadi setelah dianiaya pelaku MH dan kawan-kawan.
"Dipinjamnya emberku, ngak kukasi marah dia. Disitulah dipotong dia leherku" ungkap korban Wahyu Siregar melalui tulisan tangan.
Sementara itu, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yasir Ahmadi saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp (WA) mengirimkan link berita terkait perkembangan kasus yang sudah berjalan sebulan tersebut berjudul 'Polres Tapsel Masih Dalami Penganiayaan Tersebut'.
Saat ditanyai kembali, apakah sudah ada pemanggilan saksi, terduga pelaku dan penetapan tersangka belum memberikan jawaban.
Berikut Pers Rilis Polres Tapsel
Polres Tapsel Masih Dalami Dugaan Penganiayaan Santri
Jajaran Sat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), hingga kini masih dalami kasus dugaan penganiayaan seorang santri, WS, di salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Angkola Sangkunur.
"Terkait perkembangan dugaan penganiayaan ini, masih terus kami dalami," jelas Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Zulfikar, SH, MH, saat terangkan penyidikan kasus dugaan penganiayaan di satu Pesantren di Kecamatan Angkola Sangkunur ini, Minggu (31/03/2024) malam.
Menurut Kasat, saat ini, pihaknya sudah memintai keterangan dari pelapor, RS, yang tak lain adalah orangtua korban. Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari santri lainnya hingga Kepala Sekolah tempat Pesantren tersebut.
"Namun, kami mohon untuk bersabar, karena proses penyidikan masih berlangsung hingga kini," imbuhnya.
Sebelumnya, Kasat menerangkan, menurut keterangan pelapor, pada Senin (26/02/2024) silam, korban bercerita kepadanya terkait dugaan penganiayaan oleh teman-temannya sesama santri terhadapnya.
"Namun saat itu, keterangan korban tidak begitu jelas. Korban, saat itu tengah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Angkola Sangkunur," jelas Kasat.
Akibat kejadian itu, lanjut Kasat, pelapor lantas melaporkan hal tersebut ke Polres Tapsel. Kemudian, Sat Reskrim Polres Tapsel menindak lanjuti laporan tersebut dengan turun langsung ke Pesantren tersebut.
"Tadi malam, kami juga sudah datang langsung menjenguk korban di Rumahnya. Keadaan korban kini, alhamdulillah mulai membaik. Kami juga menjelaskan kepada keluarga korban, terkait perkembangan kasus ini. Dan kasus ini, masih terus kami dalami," tutup Kasat.
Masyarakat Partihaman Saroha Ikuti Sosialisasi Kamtibmas
Dapur MBG di Sidimpuan Dilarang Gunakan Gas LPG 3 Kg
Kajati Sumut Lantik 6 Kajari Baru, Hartadhi Kajari Padangsidimpuan dan Amri di Tapanuli Selatan
Satukan Persepsi, Kapolsek Hutaimbaru Ajak Para Kades Perang Usir Narkoba Dari Desa
Asal Padangsidimpuan, Jemaah Kloter 12 Rawan Resti