‎MBG Resmi Diterapkan Disejumlah Sekolah. Walikota Sidimpuan: Mari Kita Sukseskan dan Awasi

Amir Hamzah Harahap - Senin, 01 September 2025 12:53 WIB
‎MBG Resmi Diterapkan Disejumlah Sekolah. Walikota Sidimpuan: Mari Kita Sukseskan dan Awasi

analisamedan.com -Wali Kota Padangsidimpuan H. Letnan Dalimunthe meninjau dan menyerahkan langsung pelaksanaan launching pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) disejumlah sekolah lingkup Dinas Pendidikan, Senin 01/09/2025).

Walikota Padangsidimpuan yang turun langsung bersama Wakil Ketua DPRD Taty Aryani Tambunan, Kadis Pendidikan Ahmad Rizki Hariri Hasibuan, Kadis Kesehatan Balyan Siregar, Anggota DPRD Sarifah Hannum, Kepsek SMPN 1 Batras Lubis, KSPPG BGN Padangsidimpuan Utara Ade Indra dan Yayasan CV Borlub Padangsidimpun.

Pantauan media, orang nomor satu di Kota Salak ini terlihat hadir dengan antusias mensukseskan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang sudah resmi diluncurkan hari ini dibeberapa sekolah.

Untuk Padangsidimpuan ada 7 satuan pendidikan (sekolah) yang mulai menerapkan MBG sejak Senin.

"Alhamdulillah ini yang perdana untuk launching makan bergizi gratis. Kebetulan hari ini ada 2829 penerima manfaat (siswa). Kebetulan hari ini turum langsing ke SMP Negeri 1 dan TK Pertiwi. Dengan program ini tentu kira manyambut baik dan harapkan berkesinambungan berkelanjutan" Kata Walikota Padangsidimpuan, Letnan Dalimutnhe saat diwawancara di SMP N 1.

Sedangkan ketujuh sekolah yang sudah resmi MBG yakni SMPN 1, SD Negeri 200101, SD 200108, SD 200106, SD N 200110, TK Pertiwi Dan TK Sarifah Padangsidimpuan.

"Kedepan juga sudah ada 6 SPPG. Sehingga kedepan akan ada 82 ribu sasaran penerima manfaat (siswa) semoga bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Mari kita sukseskan dan kawal bersama program ini" Ucap Walikota.

Tanggapan DPRD Padangsidimpuan

Ditempat yang sama Wakil Ketua DPRD Taty Aryani Tambunan berharap agar program tersebut presiden Prabobo Subianto ini berjalan baik di Sidimpuan.

"Kita menyambut baik pelaksanaan program ini dan semoga bermanfaat dan dapat merasakan gizi gratis. Harapannya juga kwalitas makanan terjaga dengan baik sampai kedepannya" Kata Wakil Ketua DPRD.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Padangsidimpuan Ahmad Rizki Hariri Hsb berterima kasih atas terwujudnya program tersebut.

"Mudahan-mudahan program ini sudah terwujud di Kota Padangsidimpuan yang sudah kita nanti-nantikan. Mudah mudahan kedepannya dengan koordinasi yang baik bisa menyentuh seluruh siswa-siswi. Semoga kedepannya kedepannya tidak ada masalah dan kwalitas makanan terjaga" Ujar Kadis Pendidikan dalam acara ini.


Berikut Empat Kelompok Sasaran Utama MBG

Empat kelompok sasaran utama MBG
Melalui Perpres Nomor 83 Tahun 2024, pemerintah menunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjalankan tugas dalam pemenuhan gizi nasional.

Selanjutnya, sasaran pemenuhan gizi yang menjadi tugas BGN tersebut diarahkan kepada setidaknya empat kelompok utama. Pertama, peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di lingkungan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, dan pendidikan pesantren.

Pada kelompok ini, program menyasar anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, di mana gizi yang cukup sangat penting untuk mendukung proses belajar dan perkembangan kognitif mereka.

Kedua, anak usia di bawah lima tahun. Kelompok ini termasuk menjadi sasaran utama program makan bergizi gratis lantaran balita merupakan periode kritis dalam tumbuh kembang anak. Kekurangan gizi pada masa periode pertumbuhan ini dapat menyebabkan dampak yang tidak dapat dipulihkan.

Ketiga, ibu hamil. Pemenuhan gizi pada ibu hamil juga sangat penting. Gizi yang baik selama kehamilan memberi perlindungan bagi ibu hamil dan janin sebab dapat mencegah komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, serta stunting pada bayi.

Keempat, ibu menyusui. Gizi yang cukup pada ibu menyusui penting untuk produksi ASI yang berkualitas dan tumbuh kembang bayi yang optimal. Oleh sebab itu, kelompok ibu menyusui juga penting untuk diperhatikan dan menjadi sasaran program pemenuhan gizi oleh pemerintah.


Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru