Pinca BRI BO Sibuhuan Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional

Sugiatmo - Rabu, 23 Oktober 2024 20:41 WIB
Pinca BRI BO Sibuhuan Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional
analisamedan/ibnu
Pimpinan Cabang BRI Sibuhuan,Dedi Harpian,As menyerahkan tali asih kepada salah santri yang berprestasi.

analisamedan.com - Pimpinan Cabang(Pinca) BRI Branch Office(BO) Sibuhuan, Dedi Harpian,As menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional ke 10 tahun 2024,di lapangan MAN 1 Padanglawas Plus Keterampilan dan Riset,Selasa, (22/10/2024).

Peringatan Hari Santri Nasional ke 10 mengusung tema " Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan", dihadiri para Pimpinan Pondok Pesantren dan Forkopimda Palas.

Sekda Kabupaten Padang Lawas Arpan Nasution. Sos Kabupaten Padang Lawas bertindak sebagai Pembina Upacara Komandan Upacara Siswa Man 1 Sibuhuan M Yusuf Harahap dalam memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2024.

"Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober adalah momentum bagi kita semua untuk mengenang dan meneladani para santri yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," kata Dedi Harpian mengutip amanat Menteri Agama,Prof.Dr.KHNasaruddin Umar,MA.

Menurutnya,sejarah telah mencatat bahwa kaum santri adalah salah satu kelompok yang paling aktif menggelorakan perlawanan terhadap para penjajah.

Salah satu bukti perlawanan santri,lanjutnya terhadap para penjajah adalah peristiwa "Resolusi Jihat" pada tanggal 20 Oktober tahun 1945 yang dimaklumatkan oleh Hadrasatus Syekh Kiai Haji Hasyim Asyari.

Kata Dedi Harpian,fatwa "Resolusi Jihat" itu Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asyari menyatakan bahwa "Berperang menolak dan melawan penjajah itu Fardhu 'ain (yang harus dikerjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempuan, anak-anak, bersenjata atau tidak) bagi yang berada dalam jarak lingkar 94 km dari tempat masuk dan kedudukan musuh.

Sejak Resolusi Jihad dimaklumatkan,lanjutnya para satri dan masyarakat umum terbakar semangatnya untuk terus berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Mereka terus melakukan perlawanan kepada penjajah tanpa rasa takut. Hingga akhirnya, puncak perlawanan masyarakat Indonesia pada tanggal 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan,ungkapnya.

Dedi Harpian menambahkan,hari Santri bukan hanya milik pesantren,tetapi Hari Santri adalah milik semua golongan, semua elemen bangsa yang mencintai negaranya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa, apapun latar belakangnya untuk senantiasa turut merayakan Hari Santri.

Melalui moment Upacara Hari Santri 2024 ini,tambahnya marilah sejenak kita doakan pahlawan-pahlawan kita, ulama-ulama kita yang telah gugur di medan laga demi kemaslahatan bangsa dan agama, semoga mereka di tempatkan di tempat sebaik-baiknya dan dikumpulkan dengan para syuhada. (Ibnu).

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru