Pupuk Subsidi Langka dan Mahal, Petani Sipirok Tapsel Menjerit dan Ratapi Nasib

Amir Hamzah Harahap - Selasa, 20 Oktober 2026 19:24 WIB
Pupuk Subsidi Langka dan Mahal, Petani Sipirok Tapsel Menjerit dan Ratapi Nasib
analisamedan.com -Petani di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mengeluhkan harga mahalnya harga Pupuk Subsidi tembus Rp. 190.000 hinga Rp200.000 dan bahkan langka dan sulit diperoleh. Kondisi ini menyebabkan petani di Sipirok menjerit, Selasa (20/10/2026).

"Harga HET hanya Rp 94.000 namun di pasaran rata rata Rp200.000 namun masih sulit diperoleh," ujar Hendra Pane, 51, salah satu petani dan warga sipirok di Padangsidimpuan, Selasa (20/10/2026)

Dia bersama sejumlah petani lainnya yang khusus datang ke Padangsidimpuan mengatakan kondisi tersebut memaksa mereka membeli pupuk non subsidi yang harganya di atas Rp 400.000.

Mereka menyebut lebih dari 10 kios yang berada di Kecamatan Sipirok tidak selalu memiliki pupuk subsidi di kiosnya dan hal itu dapat dibuktikan dengan kekosongan pupuk subsidi di gudang atau kios kios tersebut, beleh dikatakan lebih sering kosong dan yang selalu tersedia hanya non subsidi.

Kelangkaan dan tingginya harga pupuk subsidi tersebut menyebabkan merosotnya hasil panen para petani dan tidak tertutup kemungkinan akan mengalami gagal panen.

"Langka dan tingginya harga pupuk subsidi drastis menyebabkan hasil panen kami jauh merosot, meskipun Bupati Tapsel selalu menggaungkan swasembada pangan," ujar Hendra.

Mereka berharap Pemda Tapsel melalui Dinas Pertanian dapat menelusuri kendala pendistribusian pupuk subsidi tersebut di lapangan. Mereka juga meminta pengawasan ketat terhadap distributor ataupun kios-kios 'Nakal' guna mengantisipasi adanya dugaan potensi penyimpangan dan penimbunan pupuk subsidi dimaksud.

"Kami berharap pemerintah daerah segera mengidentifikasi masalah pokoknya di lapangan. Jika ditemukan ada pihak distributor ataupun kios-kios 'Nakal' yang sengaja melakukan pelanggaran mohon ditindak tegas," tambahnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Tapsel Muhammad Taufik Batubara SP MM yang dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsAppterkait hal itu tidak memberikan jawaban.

Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru