Terobosan Walikota Sibolga, ASN Wajib Angkutan Umum Tiap Selasa Dinilai Hidupkan Roda Ekonomi
Amir Hamzah Harahap - Selasa, 13 Oktober 2026 16:29 WIB
analisamedan.com -Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program baru Pemerintah Kota Sibolga, yakni seluruh ASN, PNS, P3K, tenaga kerja paruh waktu hingga outsourcing wajib menggunakan kendaraan umum setiap hari Selasa.
Pada Selasa (13/10/2026), Wali Kota terlihat naik angkutan kota (angkot) saat melakukan monitoring efektivitas program tersebut ke beberapa dinas di Kota Sibolga.
Dari dalam angkot, Akhmad Syukri Nazry Penarik menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Mendagri tertanggal 31 Maret 2026 tentang penggunaan kendaraan umum bagi ASN dalam rangka mengurangi emisi.
"Jadi hari ini mulai seluruh PNS ASN, P3K, paruh waktu dan outsourcing setiap hari Selasa wajib menggunakan kendaraan umum. Saya juga hari ini melaksanakan monitoring ke beberapa dinas yang ada di Kota Sibolga untuk melihat efektivitas program yang dilakukan," ujar Wali Kota dari dalam angkot.
Menurutnya, program ini memiliki dua manfaat besar. Selain untuk mengurangi emisi gas buang dan menjaga lingkungan, program ini juga secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil, khususnya para supir angkot dan becak di Kota Sibolga.
"Selain untuk mengurangi emisi, kita juga harus memikirkan masyarakat Kota Sibolga khususnya yang supir angkot, supir becak, sehingga ada putaran ekonomi. Jadi minimal ASN yang sudah mendapatkan gaji dari pajak masyarakat harus mengeluarkan uang untuk kendaraan umum. Jadi ada efek domino," jelasnya.
Ia menegaskan, dirinya sendiri memberikan contoh dengan tidak menggunakan mobil dinas maupun mobil pribadi setiap hari Selasa.
"Insyaallah ini berlaku selama kami menjabat, kecuali nanti ada aturan baru dari Mendagri," tambahnya.
Dipilihnya hari Selasa, kata Wali Kota, karena pada hari tersebut ASN menggunakan Pakaian Dinas Harian (PDH) khaki, sehingga mudah untuk dilakukan pengawasan. Berbeda dengan hari Rabu yang menggunakan pakaian putih, Kamis batik, dan Jumat pakaian olahraga atau kasual.
Program yang dinilai pro-rakyat kecil ini pun disambut positif oleh para pengemudi angkutan umum. Dengan ribuan ASN di Kota Sibolga yang rutin menggunakan angkot setiap Selasa, diharapkan pendapatan supir angkot dan becak meningkat dan ekonomi kerakyatan di Sibolga kembali bergeliat.
Pada Selasa (13/10/2026), Wali Kota terlihat naik angkutan kota (angkot) saat melakukan monitoring efektivitas program tersebut ke beberapa dinas di Kota Sibolga.
Dari dalam angkot, Akhmad Syukri Nazry Penarik menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Mendagri tertanggal 31 Maret 2026 tentang penggunaan kendaraan umum bagi ASN dalam rangka mengurangi emisi.
"Jadi hari ini mulai seluruh PNS ASN, P3K, paruh waktu dan outsourcing setiap hari Selasa wajib menggunakan kendaraan umum. Saya juga hari ini melaksanakan monitoring ke beberapa dinas yang ada di Kota Sibolga untuk melihat efektivitas program yang dilakukan," ujar Wali Kota dari dalam angkot.
Menurutnya, program ini memiliki dua manfaat besar. Selain untuk mengurangi emisi gas buang dan menjaga lingkungan, program ini juga secara langsung menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil, khususnya para supir angkot dan becak di Kota Sibolga.
"Selain untuk mengurangi emisi, kita juga harus memikirkan masyarakat Kota Sibolga khususnya yang supir angkot, supir becak, sehingga ada putaran ekonomi. Jadi minimal ASN yang sudah mendapatkan gaji dari pajak masyarakat harus mengeluarkan uang untuk kendaraan umum. Jadi ada efek domino," jelasnya.
Ia menegaskan, dirinya sendiri memberikan contoh dengan tidak menggunakan mobil dinas maupun mobil pribadi setiap hari Selasa.
"Insyaallah ini berlaku selama kami menjabat, kecuali nanti ada aturan baru dari Mendagri," tambahnya.
Dipilihnya hari Selasa, kata Wali Kota, karena pada hari tersebut ASN menggunakan Pakaian Dinas Harian (PDH) khaki, sehingga mudah untuk dilakukan pengawasan. Berbeda dengan hari Rabu yang menggunakan pakaian putih, Kamis batik, dan Jumat pakaian olahraga atau kasual.
Program yang dinilai pro-rakyat kecil ini pun disambut positif oleh para pengemudi angkutan umum. Dengan ribuan ASN di Kota Sibolga yang rutin menggunakan angkot setiap Selasa, diharapkan pendapatan supir angkot dan becak meningkat dan ekonomi kerakyatan di Sibolga kembali bergeliat.
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kebakaran Pasar Swadaya Sibolga Sisakan Kerugian dan Kesedihan, Puluhan Pedagang Pasar Somasi Walikota Sibolga
Bupati Tapteng Ancam Ambil Alih Sumber Air ke Sibolga, Pemuda Ingatkan Jangan Picu Konflik
FORMASSU Sesalkan Sikap Ketua Komisi V DPR RI Terhadap Wali Kota Sibolga
16 Warga Sibolga Ditangkap Usai Menjarah Minimarket, Pemerintah Akui Bantuan Terhambat
Bea Cukai Sibolga Musnahkan 1,3 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Negara Rp1 Miliar Lebih
Kronologi Pengoroyokan di Masjid Agung Sibolga: Motif Karena Pelaku Tersinggung
Komentar